SHARE

JAKARTA — Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memohon aktor usaha di bidang industri tetaplah memerhatikan hak serta kesejahteraan karyawan. Terlebih, bidang industri terutama tekstil serta ritel sekarang ini tengah hadapi lesunya keinginan karena daya beli orang-orang yang alami penurunan.

Airlangga memohon, apabila memanglah satu industri sangat terpaksa tutup karena masalah keuangan atau bagian ekonomi serta usaha yang tidak sekali lagi sesuai sama tujuan, jadi sistem pemutusan jalinan kerja (PHK) tetaplah sesuai sama ketentuan yang berlaku. ” Bila tidak sustain ya opsinya mesti sesuai sama ketentuan ya, ” tutur Airlangga, awal minggu ini.

Menyikapi lesunya usaha di bidang ritel, terutama sesudah raksasa ritel 7-Eleven tutup mulai sejak akhir Juni lantas, Airlangga mengharapkan karyawan yang eks-sevel dapat berpindah ke bidang industri beda. ” Kan kita tidak cuma tergantung pada industri 7-Eleven, ” tutur Airlangga.

Asosiasi Entrepreneur Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, kemampuan perkembangan ritel yang melambat telah tampak mulai sejak awal 2017 ini. Perkembangan ritel modern pada Januari 2017 cuma sebesar 4, 4 %. Angka ini lalu alami penurunan di Februari dengan angka perkembangan cuma sebesar 1, 1 %. Pada Maret 2017 perkembangan ritel pernah melonjak ke angka 5, 6 %, namun kembali alami penurunan ke angka 4, 1 % di April. Bln. selanjutnya, Mei, perkembangan ritel kembali terjerumus ke angka 3, 6 %. Jadi pembanding, angka perkembangan ritel pada Mei 2016 lantas pernah menyentuh 11, 1 %.

Sesaat khusus pada minggu pertama serta ke-2 Juni 2017, Aprindo malah mencatat ada penurunan tingkat penjualan untuk semuanya ukuran ritel. Untuk hypermarket umpamanya, penjualan terdaftar tumbuh minud 12, 2 % di banding periode yang sama th. kemarin. Sesaat untuk supermarket serta minimarket semasing tumbuh minus 11, 5 % serta minus 1, 3 %.

Baca Juga  Setya Novanto Bangga Kader Partai Golkar Sukses di Kabinet Jokowi-JK

Roy memperkirakan perkembangan ritel pada 2017 cuma dapat menyentuh rentang 5-6 %. Walau sebenarnya, perkembangan ritel pada 2016 lantas terdaftar menjangkau 9, 2 % serta perkembangan th. 2015 sebesar 8, 4 %. Roy menerangkan, yang disebut perkembangan yaitu paduan dari rata-rata 5 format ritel di Indonesia, yaitu minimarket, supermarket, hypermarket, department store, specialty store, serta whole seller atau kulakan.