SHARE

Jakarta – Otoritas Austria melarang masuk Menteri Ekonomi Turki, Nihat Zeybekci, yang sedianya akan menghadiri acara peringatan setahun kudeta di Turki yang tidak berhasil.

Argumen larangan itu, seperti di sampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar negeri Austria, hadirnya menteri ekonomi Turki dalam acara itu juga akan membahayakan ” ketertiban serta keamanan umum “.

” Saya bisa mengukuhkan kalau Menteri Luar Negeri Sebastian Kurz sesungguhnya sudah melarang masuk menteri ekonomi Turki, ” kata Thomas Schnoll dalam wawanfara dengan radio ORF.

Akan tetapi, ditambahkannya kalau Zeybekci bisa masuk ke Austria dalam kunjungan bilateral.

Selama ini pemerintah Turki belum juga memberi komentar mengenai ketentuan Austria.

Jalinan ke-2 negara sampai kini telah tegang karna Austria mengecam aksi Turki dalam mengatasi usaha persaingan perebutan yang tidak berhasil pada 15 Juli 2016.

Lebih dari 50. 000 sudah di tangkap serta 140. 000 diberhentikan atau diskors sepanjang diberlakukan kondisi darurat mulai sejak momen itu.

Austria mensupport pembekuan perundingan Turki untuk masuk jadi anggota Uni Eropa serta jadi satu diantara negara yang mengemukakan memprotes atas aksi keras yang ditempuh pemerintah Turki menyusul usaha kudeta.

Austria juga melarang Presiden Recep Tayyip Erdogan berkampanye untuk referendum dihadapan komune Turki yang tinggal di Austria dengan argumen hal tersebut bisa jadi parah perpecahan pada kubu pendukung Erdogan serta rakyat Turki dari etnik Kurdi.

Beberapa negara Eropa juga ambil aksi pada rapat-rapat umum propemerintah Turki. Jumat lantas (07/07) Belanda menyebutkan kalau Wakil Perdana Menteri Tugrul Turkes dilarang menghadiri acara di kelompok komune Turki di negara itu.

Acara itu di gelar untuk memperingati percobaan kudeta.