SHARE

Paket product mi instan asal Korea dari beragam merk mempunyai penampilan paket product yang serupa. Warna hitam serta merah paket dibarengi merk product dengan aksara Korea nampaknya membuat beberapa orang-orang Indonesia susah membedakan pada product yang mempunyai izin edar serta yg tidak.

” Walau sebenarnya, bila orang-orang cermati, paket product Samyang yang di-import perusahaan kami begitu berlainan dengan product yang ditarik sebagian masa lalu, ” tutur Sales Marketing Manager PT Korinus, Endra Nirwana pada Kompas. com, Senin (10/7/2017).

Endra meneruskan, bila orang-orang tidak dapat juga mengetahui ketidaksamaan penampilan paket product, penelusuran kehalalan product bisa dicek lewat logo perusahaan pengimpornya.

” Orang-orang saksikan saja di sudut kiri paket, ada logo perusahaan kami ‘PT Korinus’, itu kami jamin halal, ” lanjutnya.

Ia menyebutkan, product mi instan Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen serta Cheese Hot Chicken Ramen adalah product halal karna telah mengantongi label halal dari Korea Muslim Federation (KMF).

” Kami juga telah daftarkan sertifikasi untuk product ini ke MUI (Majelis Ulama Indonesia). Halal MUI tengah kita sistem, juicet informasi akhir Juli 2017 masuk step final audit oleh LPPOM MUI Indonesia serta Halal Korea, ” katanya pada Minggu (9/7/2017).

Ia menyebutkan, ketidaktahuan orang-orang tentang ketidaksamaan product samyang yang halal serta tidak ini lah yang membuat penjualan product yang di-import PT Korinus ini alami pemerosotan.

” Jadi mulai sejak berita itu mengedar sampai hari ini penjualan kami telah turun sekitaran 30 %, ” sebutnya.

Terlebih dulu, sejumlah empat type mie instan dari PT Koin Bumi yang memiliki kandungan babi serta sudah ditarik dari market. Beberapa produk itu yakni Samyang dengan nama product U-Dong, Nongshim dengan nama product Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama product Mi Instan Rasa Kimchi, serta Ottogi dengan nama product Yeul Ramen.