SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di mana dua dari tujuh orang diantaranya berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tidak tanggung-tanggung, keduanya bahkan menjadi auditor utama, suatu jenjang kepangkatan yang tentunya tidak mudah dicapai dalam rintisan karir di BPK.

Penangkapan kedua auditor atau pemeriksa utama BPK oleh KPK pada OTT yang dilakukan Jumat (26/5) kemarin itu tentunya menjadi pukulan berat bagi jajaran pimpinan dari badan yang semestinya menjadi contoh dalam aspek penanganan dan pengelolaan keuangan negara.

bepeka

Orang-orang BPK selama ini dicerminkan sebagai orang yang jujur, dan bersih. Penangkapan kedua auditor utama tersebut pastinya sangat memukul Moermahadi Soerja Djanegara dan Bahrullah Akbar, masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua BPK yang baru. Keduanya baru saja berbicara di depan parlemen mengenai kerja keras BPK dalam memeriksa pengelolaan keuangan negara di seluruh instansi pemerintah.

bepeka1

Sekadar mengingatkan saja bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. PBK masuk dalam kategori lembaga yang mandiri dan bebas, pernyataan ini tercantum dalam UUD 1945.

Penangkapan auditor BPK oleh KPK membuat publik mempertanyakan kembali hakekat jujur dan bersih yang melekat pada penyelenggara negara dengan peran spesifik seperti BPK. Mereka yang bekerja di BPK mestinya tak perlu diragukan lagi kredibilitas dan moralitasnya. Orang-orang BPK sangat rentan dengan godaan, sebagaimana halnya mereka yang bergelut di bidang pelayanan keuangan seperti pajak.

Baca Juga  Diduga Terkait Kasus E-KTP, Agus Rahardjo: "Ngapain Saya Diperiksa KPK?"