SHARE

Kamis, 30 Maret, persidangan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri akan digelar untuk keempat kalinya. Seyogyanya sidang ke-4 ini akan dihelat Senin (27/3) dengan agenda tunggal mempertemukan mantan anggota Komisi II DPR RI, Miryam S.Haryani, dengan tiga penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Irwan Santoso.

Majelis hakim PN Tipikor Jakarta yang diketuai oleh Jhon Halasan Butar Butar semula akan mengkonfrontir Miryam Haryani dengan Novel Baswedan dkk terkait dugaan melakukan pemaksaan dan ancaman dari tiga penyidik KPK tersebut saat pendalaman materi kasus e-KTP di KPK. Pada sidang 26 Maret, Miryam Haryani meminta majelis hakim mencabut BAP-nya.

Pada Senin itu Miryam Haryani tidak datang dan majelis hakim menangguhkan agenda persidangan hari itu ke Kamis besok. Dengan demikian, selain mempertemukan Miryam Haryani dengan Novel Baswedan dkk, akan ada kesaksian dari sejumlah orang lainnya.

miri

miri1

Tangisan Bombay Miryam S.Haryani

Bagaimana jika Miryam Haryani yang juga dikenal dengan “Yani Hanura” itu masih tak datang ke persidangan? Dia tak datang ke pengadilan hari Senin dengan alasan harus istitrahat dua hari, dengan melampirkan surat keterangan dari dokter di RS Fatmawati.

Surat itu diberikan ke panitera pengadilan, lalu dibacakan John Halasan Butar Butar selaku ketua majelis hakim, disampaikan juga secara lisa ke tim jaksa penuntut umum dari KPK.

Tentu saja tim JPU berang. Surat keterangan dokter itu tidak menyebutkan sakit yang diderita Miryam, hanya menyatakan politisi Partai Hanura itu harus istirahat selama dua hari.

Memperhitungkan masa istitahat dua hari sejak Senin, maka surat keterangan tersebut sudah tak berlaku lagi pada Rabu. Jadi, Kamis besok mestinya Miryam sudah bisa memenuhi panggiilan majelis hakim.

Baca Juga  Pengacara Ajukan Praperadilan, KPK Geledah Rumah Miryam S Haryani

hakimsaja

Majelis hakim PN Tipikor

Namun, Miryam bisa jadi masih tak bisa datang jika tiba-tiba saja dia dinyatakan harus istirahat lagi oleh dokter. Perpanjangan istirahat ini bisa saja dilakukannya sebagai excuse atau alasan kalau dia tak ingin dipertemukan dengan Novel Baswedan dkk.

Miryam Haryani mungkin saja akan KO (knock-out) karena jaksa penuntut umum dari KPK akan memutar CCTV yang merekam empat kali pemeriksaannya di gedung KPK.

Posisi Miryam S.Haryani memang sedang genting. Ini tentunya gara-gara dia mencabut BAP-nya itu, melalui drama di panggung persidangan 23 Maret lampau itu. Pengakuan bahwa dia diintimidasi dan diancam oleh Novel Baswedan saat memberikan keterangan di gedung KPK, sama sekali tak dipercaya baik oleh majelis hakim atau tim jaksa penuntut umum.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) didampingi Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penangguhan penahanan oleh Bareskrim Mabes Polri di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/5). Pimpinan KPK melalui Johan Budi menegaskan bahwa Novel Baswedan masih aktif menjadi penyidik KPK meski berstatus sebagai tersangka. ANTARA FOTO/Putra/YM/ss/mes/15
Novel Baswedan

Pengunjung sidang pun bahkan sepertinya tidak ada yang simpati atau berempati pada politisi Hanura itu bahkan saat Miryam S.Haryani menangis terisak-isak.

Jika Miryam Haryani masih tak datang pada persidangan besok, bisa jadi dia akan dipanggil paksa. Bisa-bisa politisi Hanura ini dikenakan tuduhan telah menghina atau mempermalukan pengadilan.

Pasal countemp of court ini bisa saja diarahkan kepadanya sejak ia memperdengarkan tangisan Bombay-nya di persidangan Kamis pekan lalu..