SHARE

Menerka-nerka kehadiran Miryam S.Haryani di persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP, yang dimulai pkl.09.00 WIB Kamis (30/3) pagi ini, seperti menebak bunyi tokek.

Datang, tidak, datang, tidak..

Miryam, mantan anggota Komisi II DPR ketika proyek e-KTP digulirkan, dipanggil untuk ketiga kalinya di persidangan kasus ini. Setelah mencabut BAP-nya di sidang ketiga, Kamis (23/3), Miryam tak memenuhi panggilan tim jaksa penuntut umum dari KPK yang hendak mengkonfronirnya  dengan Novel Baswedan , Ambarita Damanik dan Irwan Santoso.

Ketiga penyidik senior KPK tersebut disebut Miryam melakukan pemaksaan dan ancaman saat ia dimintai keterangan di gedung KPK.

Namun, Miryam tak datang pada rencana persidangan ke-4 hari Senin (27/3) lalu itu, dengan alasan sakit.

Sepanjang hari Senin itu, dari pemantauan Nasionalisme.net, Miryam sebenarnya seharian mengurung diri di rumahnya, di Komplek Tanjung Barat Indah, Jalan Teratai, Blok G Nomor 11-12 A, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

yayan1
Miryam S Haryani saat bersaksi 23 Maret lalu

Informasi itu diperoleh Nasionalisme.net dari seorang asisten rumah tangganya. “Ibu tidak kemana-mana, istirahat saja,” kata pria itu.

Rabu (29/3) sore, Nasionalisme.net beruntung masih dapat bertemu dengan pria yang sama.

“Ibu Miryam ada?”

“Beliau saat ini sedang istirahat, untuk persiapan sidang besok,” timpal pria paruh baya itu, setengah menyelidik.

Berbicara lebih jauh pria itu mengatakan bahwa Miryam akan datang ke persidangan. “Jam 9 pagi sudah siap di sana,” katanya. Mengenai kesehatan Miryam yang sempat dikabarkan tidak baik, menurut dia, Miryam memang belakangan ini selalu berada di rumah untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Menariknya, keterangangan berbeda disampaikan seorang  asisten rumah tangga Miryam lainnya yang ditemui pada kesempatan terpisah.

Baca Juga  Inilah Bukti Kecurangan dan Korupsi di KPK

Katanya, Miryam sedang tidak berada di rumah. “Pergi sejak kemarin, belum pulang sampai sekarang,” kata pria itu.

Ia mengaku tidak tahu kemana Miryam pergi. Ketika itu, Miryam pergi sendiri dengan menumpang taksi. Ditambahkannya,  di rumah itu hanya ada empat anak Miryam dan dua orang asisten rumah tangga termasuk dirinya.

Pantauan Nasionalisme.net, di rumah Miryam yang didominasi cat berwarna putih tampak sepi dari luar, tidak ada aktifitas apapun yang terlihat. Bangunan berlantai dua itu, tertutup oleh pagar besi, dan terkunci oleh gembok dari dalam.

rumah
Kediaman Miryam S.Haryani di Tanjung Barat Indah

Di dalam garasi tampak dua kendaraan roda empat merek Honda CR-V warna putih berplat nomor B 1714 TJI dan Toyota Fortuner B 1035 BJB warna hitam terparkir.

Suasana sepi begitu terasa di kediaman Miryam, apalagi posisi rumahnya berada di ujung komplek dan hampir tidak ada penjagaan dari petugas keamanan kecuali di gerbang utama komplek perumahan elit ini.

Pada sidang Senin (27/3) lalu, Miryam mangkir hadir sebagai saksi dengan alasan sakit. Untuk kedua kalinya Miryam dihadirkan jaksa penuntut KPK lantaran ia mencabut seluruh isi BAP saat bersaksi pekan sebelumnya.

tjoye4
Taufik Effendi & Teguh Juwarno

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Miryam disebut meminta uang sebesar 100 ribu dolar AS (Rp 1,3 miliar) untuk Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap. Duit yang diminta itu disebut untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke beberapa daerah.

Disebutkan juga dalam surat dakwaan, Miryam meminta uang Rp 5 miliar kepada Irman untuk kepentingan operasional Komisi II.

Uang itu, disebut jaksa, dibagi-bagikan secara bertahap dengan perincian, salah satunya, untuk 4 pimpinan Komisi II, yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo,  Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi, masing-masing USD 25.000.