SHARE

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berasumsi kehadiran Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sekian waktu lalu belum juga beresiko apa-apa pada investasi di Indonesia. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi sendiri sekarang ini tengah dirundung krisis ekonomi, terutama sesudah ikut serta konflik dengan Yaman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagian Jalinan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi menyebutkan, pihaknya mengapresiasi kehadiran Raja Salman ke Indonesia sekian waktu lalu. Tetapi, kata dia, Raja Salman hingga sekarang ini cuma membawa janji, tak ada realisasi.

” Bila kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan semua hormat kita katakan bagus, namun dari bagian beda investasi ke Indonesia hingga sekarang ini tak ada realisasi, dia cuma janji-janji, ” katanya waktu dihubungi Republika. co. id, Rabu (12/7).

Menurutnya, Arab Saudi saat ini tengah dirundung krisis ekonomi, hingga Pemerintah Arab Saudi juga mesti memotong upah Pegawai Negeri dan beberapa imam yang ada disana.

” Terlebih Raja Raja Salman di Arab Saudi alami krisis ekonomi hingga upah Pegawai negeri juga dipotong 20 % di arab saudi, termasuk juga upah imam. Berikut yang menyebabkan kontroversi di kelompok Arab Saudi, ” ucapnya.

Ia memberikan, Arab Saudi alami krisis itu karena pemerintah Arab menggunakan anggarannya untuk beli senjata yang dipakai untuk menyerang Yaman.

” Karna Arab Saudi alami divisit biaya yang cukup besar, mengingat sebagain besar dana itu digunakan untuk beli senjata dalam serangan ke Yaman, hingga mereka alami problem likuiditas, ” kata Muhyiddin.

Baca Juga  Raja Salman Ubah Badan Keamanan Arab Saudi