SHARE

Adanya keterlibatan Agus Rahardjo dalam kasus korupsi e-KTP Kemendagri semakin menguat. Nama Agus Rahardjo sudah masuk dalam lingkaran korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik tersebut sejak kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Dari penelusuran Nasionalisme.net, dalam penyelidikan kasus e-KTP ini, nama Agus Rahardjo pertama kali disebut oleh Gamawan Fauzi dan Mohammad Nazaruddin pada pertengahan 2016. Gamawan Fauzi bahkan meminta agar penyidik KPK mengkonfontrasinya dengan Agus Rahardjo. Namun, permintaan Mendagri 2009-2014 tersebut tak pernah dipenuhi oleh KPK.

oji
Gamawan Fauzi. Menyebut keterlibatan Agus Rahardjo di proyek e-KTP

Menilik bahwa nama Agus Rahardjo disebut-sebut oleh Gamawan Fauzi dan Nazaruddin, mestinya penyidik atau pun pimpinan KPK tidak mengabaikan keterangan keduanya. Namun, sikap KPK justru sebaliknya.

Saat kasus ini sudah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan, dan ditingkatkan kembali ke proses hukum lewat pengadilan, KPK tidak mengambil sikap untuk menjadikan ketuanya sebagai salah satu saksi dari kasus ini.

Agus Rahardjo mulai menjabat sebagai ketua KPK sejak 17 Desember 2015. Dalam pemungutan suara (voting) yang digelar Komisi Hukum DPR (Komisi III) itu, Agus Rahardjo mengungguli Basaria Pandjaitan dengan 44 suara.

Basaria Pandjaitan tak bisa dipungkiri adalah salah satu perempuan yang berprestasi di kepolisian karena bisa menyandang pangkat Irjen (bintang dua), juga menjadi satu-satunya perempuan yang bisa masuk dalam struktur pimpinan KPK sejak lembaga antirasuah ini dibentuk tahun 2002.

Namun, Basaria Pandjaitan harus menyerah kepada keinginan mayoritas anggota Komisi III DPR yang tamapaknya lebih menginginkan jabatan ketua KPK dipegang oleh seorang lelaki.

Bisa jadi sebagian besar anggota Komisi III DPR yang medio 2015 itu menetapkan pilihannya kepada Agus Rahardjo kini menyesal. Pilihan mereka ternyata salah.

Baca Juga  Saling Sikut di KPK, SP2 Novel Dibatalkan
gugustugas
Pimpinan KPK sejak Desember 2015. A.gus Rahardjo (ketua), Basaria Pandjaitan (wakil ketua), dan La Ode M.Syarief, Saut Situmorang & Alexander Marwata sebagai wakil ketua

Siapa sesungguhnya Agus Rahardjo? Lahir di Magetan, Jatim, Agus Rahardjo selalu identik dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ini karena Agus ditunjuk menjadi ketua lembaga itu menggantikan Roestam Sjarief pada 2010 dan baru lepas tahun 2015, ketika Agus mau mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

LKPP dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007. Sebelum menjabat Kepala LKPP, lelaki 59 tahun ini pernah menjabat Direktur Sistem dan Prosedur Pendanaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Di masa kepemimpinan Agus Rahardjo di LKPP inilah proyek e-KTP bergulir. Ketika itu, LKPP jadi salah satu lembaga yang memberikan sejumlah rekomendasi kepada Kemendagri.

Dalam pengembangan kasus e-KTP semasa dalam tahap penyelidikan dan penyidikan oleh KPK, Gamawan Fauzi berulangkali memberi keterangan bahwa sebelum proyek e-KTP tersebut berjalan pihaknya hilir mudik menyambangi beberapa lembaga terkait seperti LKPP, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bahkan KPK.