SHARE

Mojokerto – Napi masalah terorisme, Wildan Fauzie Bahriza (26) dipindahkan dari Rutan Brimob ke Lapas Klas IIB Mojokerto. Sepanjang di lapas, napi yang divonis lima th. penjara ini menampik ikuti upacara bendera serta salat di masjid.

Kepala Lapas Mojokerto Muhammad Hanafi menyebutkan, kehadiran Wildan dikawal tim Densun 88, Selasa (11/7). Terlebih dulu, pria kelahiran Desa Kidul Dalam, Kecamatan Bangil, Pasuruan ini ditahan di Rutan Brimob Kelapa 2 Jakarta.

” Disana (Rutan Brimob) kemampuannya bukanlah lapas, namun cuma untuk penahanan, jadi dipecah, satu diantaranya ke Mojokerto, ” kata Hanafi waktu dihubungi, Rabu (12/7/2017).

Hanafi menerangkan, Wildan di tangkap Densus 88 Antiteror dirumah istrinya, Desa Karang Malang, Indramayu, Jawa Barat tanggal 16 Januari 2016. Lulusan S2 Informatika Kampus Muhammadiyah Malang ini ikut serta serangan bom Sarinah serta Thamrin, Jakarta. Wildan juga memiliki pengalaman jihad di Suriyah jadi anggota ISIS.

” Statusnya telah napi, sidang baru usai Juni 2017. Dia divonis 5 th., telah melakukan satu tahun, ” katanya.

Setibanya di Lapas Mojokerto, lanjut Hanafi, Wildan sudah melakukan kontrol kesehatan. Dia meyakinkan pria berkacamata itu dalam kodisi sehat.

Sepanjang di Lapas Mojokerto, kata Hanafi, Wildan di beri perlakuan spesial. Napi teroris ini diletakkan di sel spesial yang terpisah dengan warga binaan yang lain. Keseharian, dia tidak juga akan digabung dengan napi ataupun tahanan yang lain.

” Sepanjang disini, dia menampik turut upacara bendera serta segalanya yang terkait dengan Pancasila. Karna menurutnya aktivitas itu haram. Dia juga menampik salat di masjid lapas dengan penghuni yang lain, dia memohon salat di ruang sendiri, ” katanya.

Meski demikian, lebih Hanafi, pihaknya tetaplah berusaha lakukan pembinaan pada Wildan untuk deradikalisasi pemikirannya.

” Pembinaanya tentu lain, dia orang dengan SDM agak tinggi. Gagasan saya undang kiai yang pas dengan kepercayaan dia, agar dapat menderadikalisasi. Dari lima kiai, kelak saya wawancara dahulu untuk pilih mana yang pas, ” tandasnya.