SHARE
Olly Dondokambey, Gubernur Sulut yang menjadi salah satu orang dekat Megawati (kanan).

Muhammad Nazaruddin, justice collaborator dalam sejumlah kasus korupsi yang ditangani oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terheran-heran. Pasalnya terpidana kasus korupsi proyek Hambalang itu masih melihjat Olly Dondokambey bebas dan menjadi Gubernur di Suluwesi Utara, sejak 2015.

Bagi Nazaruddin, nama Olly Dondokambey sangat tidak asing baginya. Beberapa kali kepada pers, Nazaruddin menyatakan dengan mata kepala sendiri melihat Olly Dondokambey menerima uang gratifikasi terkait kasus Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

“Olly itu Terima dari Wafid Muharam, terus di depan mata saya sendiri Terima duit dari Mirwan Amir, lalu waktu di restoran Jepang saya, Tengku Bagus,dan Olly, dan disitu Olly Dondokambey ini terima duit. Jadi Olly ini Terima duit kanan-kiri, tapi saya lihat dia masih aman-aman saja,” kata Nazaruddin, terheran-heran.

Serangan telak yang dilakukan oleh Nazaruddin ini tentu membuat Olly dan kubu PDIP kebakaran jenggot. Apalagi kasus-kasus ini dibuka pada masa-masa Pilkada. Selain itu, PDIP kini terseretr dalam berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK.

Dalam kasus korupsi P3SON Hambalang, selain Nazaruddin, Terdakwa kasus tersebut Andi Zulkarnai “Choel” Mallarangeng juga sudah mengungkap keterlibatan Olly Dondokambey. Berbagai kesaksian itu seharusnya memudahkan KPK untuk menetapkan Gubernur Sulut itu sebagai tersangka. Namun KPK sepertinya masih impoten saat berhadapan dengan Olly.

KPK pada tahun 2013, sempat menggeledah rumah Olly Dondokambey.  Rumahnya yang berada di Jalan Reko Bawah Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara diobrak-abrik KPK. Olly mengaku tidak berada di sana saat barang-barang furnitur miliknya disita penyidik KPK dari rumahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam penggeledahan di salah satu rumah Olly di Manado, Rabu (25/9/2013), penyidik KPK menyita dua meja dan empat kursi.

Baca Juga  Din Syamsudin Tuding KPK sudah Tidak Netral

“Penggeledahan dilakukan di rumah yang bersangkutan terkait penyidikan Hambalang,” kata Juru Bicara KPK saat itu, Johan Budi SP.

Sebaliknya semua tudingan yang dilontarkan oleh Nazaruddin atau Choel, terus dibantah oleh Olly. Sebaliknya ia justru menyerang balik rezim SBY dan Partai Demokrat yang memerintah saat itu.