SHARE

Sejumlah 40 orang dari perwakilan grup orang-orang pengawas se Jawa Timur belajar membuat terumbu karang dengan cara biorock di Bangsring Under Water, tujuan wisata di Kabupaten Banyuwangi yang berbasiskan konservasi.

Biorock yaitu pembuatan terumbu karang dengan memakai susunan besi yang dialiri listrik arus lemah (DC) di antara 3, 8 volt hingga 12 volt. Besi yang dialiri listrik juga akan menarik mineral di air laut yang lalu membuat karang di tubuh besi.

” Bibit dari karang juga akan ditempatkan di media sebagai kutub negatif serta umumnya memakai besi. Dengan aliran listrik jadi juga akan percepat pengapuran serta karang tumbuh 6 kali lebih cepat, ” terang Ikhwan Arief, ketua Grup Nelayan Bangsring Samudra Bakti pada Kompas. com, Kamis (20/7/2017).

Untuk kursus itu, beberapa nelayan segera memperoleh materi dari dosen Kampus Brawijaya Malang.

Terkecuali merangsang keanekaragaman hayati di laut, cara biorock juga kurangi erosi, yang sekarang ini jadi problem serius pada terumbu karang.

Ikhwan menyebutkan, terkecuali pelajari cara biorock, perwakilan grup orang-orang pengawas yang sebagian besar nelayan itu, diberi pembekalan mengenai perlunya ekosistem terumbu karang untuk keberlangsungan hidup manusia.

” Keinginannya supaya nelayan dapat mempraktekkan transplantasi terumbu karang dengn cara biorock di wilayahnya semasing karna telah banyak terumbu karang yang rusak karna penangkapan ikan memakai potas, bom ikan, dan pemanasan global, ” tuturnya.

Aktivitas yang dikerjakan oleh Dinas Kelautan Propinsi Jawa Timur itu berniat diadakan di Bangsring Under Water karna lokasi itu yaitu lokasi konservasi serta beberapa nelayan yang tergabung di Grup Nelayan Samudra Bakti telah lakukan transplantasi karang mulai sejak 2008 lantas di lokasi konservasi seluas 15 hektar.

” Dahulu karang di lokasi ini rusak karna potas serta bom ikan. Kami lalu menanam karang serta melindungi kelestarian lingkungan lokasi Bangsring. Gagasannya cara biorock ini juga akan kami aplikasikan di sini supaya karang makin cepat tumbuh. Rata-rata disini dari hasil monitoring, karang cuma tumbuh satu sentimeter pertahun, ” tutur Ikhwan.