SHARE

Alexandre Lacazette mulai berlatih dengan skuad Arsenal, di Sydney, Australia, pada Selasa (11/7/2017) petang saat setempat.

Tampak striker anyar Arsenal itu memakai nomor punggung 9.

Nomor punggung 9 sampai kini dipakai oleh Lucas Perez, striker yang dibeli Arsena Wenger, Pelatih Arsenal, dari Deportivo La Coruna pada musim panas th. kemarin.

Sayangnya, Perez tidak demikian berhasil di Gunners, cuma cetak 7 gol di 21 pertandingan, hingga nampaknya dia juga akan di jual pada bursa transfer musim ini.

Uniknya, menurut harian Mirror, kegagalan Perez itu bukanlah semata karna dianya kurang trampil, tetapi ada juga dampak nomor punggung 9.

Pasalnya, 7 pendahulunya juga bernasib sama dengan dianya.

Bila Manchester United (MU) mempunyai takhayul nomor punggung 7, jadi di Arsenal nomor ” keramat ” itu yaitu 9.

Data yang dihimpun Mirror tunjukkan, mulai sejak musim 1999-2000, pemain yang memakai nomor 9 itu jadi kurang greget.

Mengakibatkan, mereka tidak bertahan lama di Arsenal.

Davor Suker jadi pemain pertama yang rasakan dampak misterius nomor 9 itu.
Dia cuma cetak 11 gol dalam 39 pertandingan untuk Gunners, yang bermakna cuma 0, 2 gol tiap-tiap 90 menit.

Walau sebenarnya, waktu bermain di Liga Spanyol dia dapat membuat 0, 5 gol tiap-tiap 90 menit.

Pemain yang lain yang tidak berhasil di nomor punggung 9 yaitu Jose Antonio Reyes.

Bermain di 110 pertandingan, pemain sayap asal Spanyol ini cuma cetak 23 gol.

Gunners yang cukup berhasil dengan Nomor 9 ini yaitu Lukas Podolski, dimana striker Jerman ini cetak 31 gol di 82 pertandingan.

Cuma saja, pemain ini sering cedera hingga kehilangan tempatnya di skuad reguler sesudah kehadiran Alexis sanchez.

Baca Juga  Ozil Segera Perpanjang Kontrak dengan Arsenal

Uniknya, demikian geser ke Galatasaray, mesin gol Podolski moncer sekali lagi.

Nah, apakah Lacazette dapat menaklukkan takhayul ini?

Pasti itu yang diinginkan Arsene Wenger, Pelatih Arsenal, walau dia tidak yakin dengan isu itu.

Mungkin saja, kegagalan 8 pemain pendahulu Lacazette memanglah bukan karena hal metafisika, tetapi karna murni problem si pemain tersebut.

Sebelumnya gabung dengan Arsenal, Suker telah mulai alami paceklik gol pada musim terakhirnya dengan Real Madrid.