SHARE

Aparat berwenang melakukan penyelidikan intensif dari teror yang dilakukan terhadap Novel Baswedan, penyidik utama dan senior dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pimpinan KPK sendiri sudah langsung melaporkan kasus ini kepada Mabes Polri, tak berselang lama setelah mereka mendapatkan kabar mengenai disiramnya Novel Baswedan dengan air keras oleh dua orang tak dikenal, Selasa (11/4) pagi.

Novel Baswedan sedang berjalan kaki menuju rumahnya seusai sholat Subuh berjamaah di mesjid, sekitar pkl 04.35 WIB, ketika dua orang di atas sepeda motor mendekatinya dan salah seorang diantaranya melemparkan air keras ke wajahnya.

Walau Novel masih sempat menghindar tetapi sebagian wajah dan matanya terkena cipratan air keras. Saat ini, Novel masih berada di ruang IGD Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

konfron

Novel Baswedan dan beberapa penyidik senior KPK lainnya saat ini sedang menangani sejumlah kasus besar, termasuk kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Dalam pengembangan kasus ini di persidangan PN Tipikor Jakarta, Novel Baswedan sempat berseberangan dengan Miryam S Haryani yang menudingnya melakukan pemaksaan saat ia diperiksa di KPK pada 2016.

Novel Baswedan membantah tudingan Miryam S Haryani dan menyebutkan bahwa justru Miryam S Haryani yang mengaku ditekan oleh beberapa koleganya di DPR agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya kepada penyidik KPK.

Novel Baswedan bahkan mengakui memiliki bukti rekaman audio ketika Miryam S Haryani menyebut nama-nama anggota DPR yang melakukan penekanan terhadapnya, diantaranya adalah Masinton Pasaribu, Desmond J Mahesa, Bambang Soesatyo.

Namun, para anggota dewan yang disebut-sebut menekan Miryam S Haryani itu membantah hal itu.

Bambang Soesatyo, kini Ketua Komisi III DPR, mengutuk teror yang dilakukan terhadap Novel Baswedan dan meminta aparat kepolisian mengungkap motif penyerangan tersebut secepatnya.