SHARE
Kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri tampaknya segera akan memasuki babak baru.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki rekaman hasil penyadapan terhadap Miryam S.Haryani saat berbicara mengenai bagi-bagi uang kepada beberapa rekannya di DPR.
Sadapan itu dibuat saat Miryam Haryani masih menjadi anggota DPR dan duduk di Komisi II yang antara lain membawahi Kemendagri.
Jika dikomparasikan sebagai pertandingan, Novel Baswedan sudah unggul 2-0 atas Miryam S.Haryani. Penyidik KPK bisa membuktikan bahwa Miryam S Haryani terus berbohong
Karena akan digunakan untuk pengembangan penyidikan, maka rekaman sadapan telepon politisi Hanura ini tidak diputar di persidangan ke-4 kasus e-KTP, Kamis (30/3) di PN Tipikor Jakarta.
Bagaimana tanggapan Miryam S.Haryani atas pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan terkait sadapan pembicaraan telepon itu?
jukiol
Miryam hanya bisa terdiam.
Ihwal adanya rekaman telepon Miryam Haryani ini tentunya menjadi kartu truf kedua untuk keuntungan KPK.
Kartu truf pertama adalah rekaman CCTV dari proses pemeriksaan yang dikukan Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan Irwan Santoso terhadap Miryam di gedung KPK.
Dalam rekaman CCTV itu tidak ada pemaksaan atau ancaman yang dilakukan Novel Baswedan dkk kepada Miryam.
Semua pengakuan  Miryam terbantahkan dengan keterangan Novel Baswedan. Novel membantah semua pengakuan Miryam yang mencabut BAP dengan sederet bukti kuat, mulai dari rekaman
video pemeriksaan hingga rekaman sadapan.
velik
“Tadi kan Miryam bilang dia bilang kalau saya ancam dia untuk ditangkap sejak 2010. Saya sampaikan ke dia kalau saya punya transkrip Miryam dalam proses OTT tahun 2010,” begitu
diutarakan  Novel saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta siang ini.
Novel menjelaskan, bukti yang dia pegang berupa rekaman sadapan telepon Miryam dengan beberapa pihak. Dalam rekaman sadapan telepon itu, Miryam disebut membahas soal uang.
“Tapi belum pada proses ditangkap karena baru seputar bukti penyadapan baru bicara soal uang terkait tugasnya di DPR,” terang Novel.
Kepala Satuan Tugas penyidik KPK yang menangani kasus e-KTP itu menegaskan, rekaman sadapan akan digunakan sebagai bukti dalam proses pengembangan kasus e-KTP.
Saat ini, Miryam sudah dalam status cegah dan tidak bisa bepergian ke luar negeri.
“Rekaman itu akan dipakai untuk melanjutkan proses hukum kasus e-KTP untuk penyidikan selanjutnya ini,” Novel menegaskan.
Nah!
Baca Juga  KPK tak Terlalu Kaitkan Teror Novel dengan Kasus e-KTP