SHARE

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi menyongsong baik kebijakan program Penguatan Pendidikan Ciri-khas Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud).
Gubernur menyebutkan mensupport kebijakan ini serta juga akan mengaplikasikan di wilayahnya dengan bertahap sesuai sama kesiapan daerahnya.

” Rencananya sangat bagus yah. Semoga kita miliki ketekunan untuk melakukannya, ” kata Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru itu.

Terlebih dulu, Mendikbud Muhadjir Effendy diundang untuk berikan ceramah PPK dimuka 1. 275 peserta yang terdiri guru, kepala sekolah, rektor serta beberapa pegiat pendidikan se-Lombok NTB.

Mendikbud menyebutkan satu diantara program prioritas Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud) yang sekarang ini jadi perhatiannya yaitu Penguatan Pendidikan Ciri-khas (PPK). Sedang prioritas yang beda telah jalan dengan baik, yaitu pelajari Ujian Nasional, revitalisasi pendidikan kejuruan, serta percepatan akses pendidikan lewat Program Indonesia Pandai (PIP).

” Penguatan pendidikan ciri-khas th. lantas baru piloting pada 1. 500 sekolah serta alhamdulillah berhasil. Th. ini juga akan diimplementasikan pada semakin banyak sekali lagi sekolah yang telah siap, ” kata Mendikbud mengatakan Permendikbud no 23/2017 jadi pintu masuk aplikasi PPK lewat penyusunan jam kerja guru.

Menurut Mendikbud, satu diantara kunci dari keberhasilan pendidikan ciri-khas yaitu guru. Jadi beban kerja guru mesti ditata demikian rupa hingga terkecuali bisa penuhi keharusan sertifikasi juga jadi pihak yang perlu dapat membuat kolaborasi tripusat pendidikan.

” Tripusat itu yaitu sekolah, orang-orang serta keluarga. Guru mesti dapat membuatnya beririsan keduanya hingga siswa terbentuk ciri-khasnya bukan sekedar dari jam tatap muka di kelas saja, namun dengan juga lingkungan serta orang-orang, ” kata Muhadjir.

Dalam PPK, lanjut Mendikbud, guru mesti dapat membuat kondisi supaya siswa mempunyai 4C. Yaitu, critical thinking, communication skill, creativity and innovation, dan collaboration.

Support juga didapatkan dari Ketua Yayasan Lentera Hati Mataram, Muazhar Habibi. Menurut dia, di Mataram pendidika ciri-khas telah jalan. ” Jadi bila ada program Mendikbud begini kita tinggal sesuaikan saja, ” katanya.

Sebelumnya menghadiri ceramah PPK Mendikbud juga berlunjung ke tiga sekolah, yaitu Lentera Hati boarding School, Ponpes Nurul Jannah Nahdhatul Watan Ampenan, serta Muhammadiyah Boarding School di Mataram.