SHARE

Inilah konsekuensi yang harus ditanggung sebagai sebuah partai besar. Tekanan yang besar luar dan gesekan dari internal partai. Tetapi, seperti sudah terbukti dari perjalanan sejarah, Golkar selalu mampu bertahan.

Itu tentunya karena adanya kekompakan dan soliditas dari stakeholders partai. Dari dinamika yang berkembang partai juga semakin dewasa. Permasalahan bukannya tidak ada, tetapi bisa disikapi secara bijaksana.

Pasca diterapkannya pencegahan ke luar negeri terhadap Ketua Umum Setya Novanto dari dugaan keterlibatannya di kasus e-KTP Kemendagri, gejolak di partai bukannya tidak ada.
Mungkin ada saja internal partai yang coba mengail di air keruh, bicara dengan dalih untuk penyelematan partai tetapi sulit dipungkiri jika kepentingan diri sendiri yang dikedepankan.

Hal ini juga yang membuat Nurul Arifin angkat bicara, menegaskan kembali tidak adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai, sebagaimana isu yang berhembus di luar.

Nurul Arifin menegaskan, hingga saat ini seluruh elemen Partai Golkar kompak dan sangat solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum Setya Novanto.

nurul3
Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar di Bali bersama DPD seluruh Indonesia. Solid dukung Setya Novanto

Kekompakan dan soliditas patut diberikan demi menjaga keutuhan partai.

Dukungan untuk Setya Novanto disampaikan secara terbuka dalam berbagai kesempatan.

Baik oleh Dewan Pembina, Dewan Pakar, serta Dewam Kehormatan dan Dewan Penasihat Partai Golkar.

Elemen-elemen utama di partai ini sudah menyampaikan pendapatnya pada Rapat Konsultasi Nasional di Hotel Inna Grand Bali Beach Hotel Sanur Bali, 21-22 Maret 2017.

Hadir dalam pertemuan tersebut tokoh-tokoh Partai Golkar seperti, Akbar Tandjung (Wakil Ketua Kehormatan) Agung Laksono (Ketua Dewan Pakar), Cicip Sutarjo (Wakil Ketua Dewan Pembina), Hafiz Zawawi (Sekretaris Dewan Pembina) dan Priyo Budi Santoso (Sekretaris Dewan Kehormatan).

Rapat konsultasi ini juga dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris DPD Golkar Propinsi seluruh Indonesia.

Baca Juga  Revisi UU KPK Bukan Untuk Melemahkan, Justru Memperkuat

Setya Novanto sangat mengapresiasi dekungan yang diberikan itu.

icalagung
ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono. Kompak dukung Setya Novanto

Dia terharu dan berterimakasih atas kekompakan dan soliditas dari stakeholders partai.

“Jika daerah kompak dan pusat kompak, maka akan menjadi kekuatan untuk memajukan partai,” begitu antara lain dikemukakan Setya Novanto menyikapi hasil rapat konsltasi di Bali.

Pertemuan di Bali berhasil merumuskan beberapa hal menyangkut soal kebijakan Partai Golkar yang sifatnya rekomendasi untuk di bahas lebih lanjut, kemungkinan besar dalam Rapimnas mendatang.

Dengan bermodalkan kemenangan 58 persen dalam Pilkada 2017, kata Setya Novanto, Partai Golkar optimistis menghadapi Pilkada 2018, dengan target 60 persen.

“Bagi Golkar, Pilkada 2018 sangat penting karena melibatkan 171 daerah serta merupakan tangga bagi kesuksesan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Elektabilitas partai naik signifikan setelah menyatakan mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019 dan hingga saat ini stabil

Setya Novanto lebih jauh mengatakan bahwa untuk menghadapi Pemilu 2019, dirinya selalu turun ke basah dan bertemu langsung dengan masyarakat.

“Saya selalu aktif turun ke daerah, bertemu dengan Pengurus Kabupaten, Pengurus Kecamatan, bahkan Pengurus Desa dan Kelurahan. Saya berbicara langsung dengan mereka untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan. Kalau konsolidasi kita berhasil, insya Allah target-target politik kita akan tercapai,” katanya.

Merespon situasi terkini terkait dengan isu eKTP, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar seluruh Indonesia kompak, solid dan bersatu padu mendukung kepemimpinan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Golkar demi menjaga keutuhan partai.

Sebagai partai yang menjunjung tinggi supremasi hukum, Partai Golkar menyerahkan masalah e-KTP kepada proses hukum yang berjalan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.