SHARE

Banyumas – Bupati Banyumas sudah keluarkan surat edaran (SE) larangan ojek on-line beroperasi di wilayahnya. Tetapi operator ojek on-line tetaplah beroperasi, bahkan juga telah mengenalkan diri dengan terbuka dengan lakukan sosialisasi mulai sejak minggu kemarin.

SE Bupati itu telah resmi berlaku mulai sejak 10 Juli kemarin. Namu dari pantauan di Kota Purwokerto, kendaraan ojek on-line masih tetap beroperasi. Beberapa pengemudinya masih tetap berseliweran, komplit dengan atributnya. Banyak warga yang memakai layanan ojek on-line itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo, menyebutkan SE itu adalah antisipasi berbentuk sesaat sembari menanti ketetapan setelah itu berkaitan ojek on-line di daerah Banyumas.

” Dirjen Perhubungan Darat membuat surat pada kepala daerah supaya penyusunan pengelolaan problem ojek on-line ditata pemerintah daerah semasing. Karna bupati miliki kewenangan untuk mengatur ketentraman serta ketertiban di daerah jadi ini ditetapkan untuk dilarang sesaat, ” kata Sugeng, Rabu (12/7/2017).

Kehadiran ojek on-line, lanjut dia, juga akan banyak merugikan beragam pihak. Karenanya dibutuhkan langkah antisipasi supaya tidak berlangsung bentrokan seperti di beberapa daerah beda hingga butuh dibuatkan larangan sesaat.

” Mungkin saja dimuka tidak merasa, namun kelak satu waktu mereka juga akan rasakan. Karna ini dapat menyebabkan kecemburuan dsb. Bupati merencanakan menyatukan beberapa ojek konvensional dalam rencana melindungi ketertiban lokasi. Dasarnya kita butuh membahas serta butuh kajian, ” tuturnya.

Walau satu diantara operatot ojek on-line telah lakukan sosialisasi terbuka mulai sejak 5 Juli lantas di Banyumas, tetapi Pemkab setempat tetaplah mengatakannya jadi ilegal. Operasional itu tidak mematuhi larangan yang di buat oleh pemerintah daerah setempat.

Karna dinilai ilegal jadi Pemkab juga akan lakukan penertiban pada pengojek on-line lewat cara lakukan pembinaan. Pembinaan dikerjakan dengan persuasif untuk melindungi keamanan serta ketertiban di orang-orang, termasuk juga hindari gesekan dengan ojek pangkalan.

Baca Juga  Bocah Kendar Ingin Jadi Dokter, Saat Rawat Ayahnya yang Sempat Lumpuh

” Meskipun ada larangan namun kita tidak dapat berikan sangsi, jadi kelak sifatnya pembinaan saja karna memanglah belumlah ada basic hukum yang sesuai sama untuk angkutan umum roda dua berbasiskan on-line. Ojek on-line yang tetaplah beroperasi juga akan kita dekati, semoga ada kesadaran untuk semuanya, ” lanjutnya.