SHARE


BOGOR
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan market share perbankan syariah di atas 10 persen. Target ini merupakan rencana jangka panjang tahun 2019.

Direktur Perbankan Syariah Indonesia OJK Dhani Gunawan Idhat mengatakan, dengan peningkatan market share ini diharapkan perbankan syariah akan mampu menjadi penggerak ekonomi nasional.

“Saat ini market share perbankan masih berada di bawah 5 persen, belum mampu menjadi penggerak perekonomian nasional. Dengan target 10 persen di 2019 nantinya diharapkan akan mampu menjadi penggerak,” ujar Dhani di Bogor, Sabtu (21/11/2015).

Hingga Mei 2015, market share perbankan syariah di Indonesia hanya mencapai 4,67 persen. Dengan market share dibawah lima persen perbankan syariah belum mampu untuk menjadi motor penggerak perekonomian nasional.

Dhani pun membandingkan dengan market share perbankan syariah di Malaysia yang mencapai diatas 20 persen. “Size market share kita masih kecil. Bandingkan dengan Malaysia diatas 20 persen. Untuk itu kita harus menargetkan market share perbankan syariah dapat mencapai 10 hingga 15 persen,” ujar Dhani.

Perbankan syariah di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan seiring dengan peningkatan perekonomian nasional. Pasalnya, perkembangan perbankan syariah selama delapan tahun terakhir selalu ditentukan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.