SHARE

Gubernur Sulut Olly Dondkambey siap memberikan keterangan perihal kasus e-KTP.

Sebelumnya, Olly tidak hadir di persidangan sebagai saksi untuk terdakwa dua pejabat eks Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

“Siap, siapa yang enggak siap? Cuma hukum harus berkeadilan,” ujar Olly Dondokambey kepadaq media seusai menghadap Wapres Jusuf Kalla, Kamis (6/4) siang.

“Jangan suka-sukanya KPK terus menekan kita,” tegas Olly.

“Kalau tersangka terima, hakim, jaksa, saya tanya, apakah saudara saksi terima uang dari terdakwa? Saya bilang tidak. Saudara terdakwa apakah benar? Iya benar. Ya sudah. Kan sudah dikonfirmasi. Mau apalagi, hukum kan ada di pengadilan,” jelas Olly, yang ketika proyek e-KTP digarap masih duduk di Komisi II DPR.

Olly juga tidak berencana melaporkan dugaan pencemaran nama baik saat disebut terima uang di persidangan.

“Makanya saya bilang, kita perlu hukum berkeadilan, kan UU pencemaran nama baik sudah tak ada. Biar nanti kalian wartawan yang beritakan suatu yg benar,” jelasnya.

Olly Donokambey dijadwalkan bersaksi dalam sidang kasus korupsi E-KTP  pada Kamis 30 Maret lalu. Namun, ia beralasan kalau surat pemanggilan untuknya terlambat diterima.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Olly disebut-sebut menerima aliran dana sebesar US$ 1.2 juta.

 

 

Baca Juga  Pertemukan Olly Dondokambey dengan Andi Narogong

1 COMMENT