SHARE

Hanya Olly Dondokambey yang bisa dibilang sebagai saksi penting dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, Kamis (27/4) ini.

Cuma Olly juga dari kalangan mantan anggota DPR yang dipanggil untuk diperiksa oleh tim jaksa penuntut umum KPK dan majelis hakim PN Tipikor Jakarta pimpinan Jhon Halasan Butar Butar

Dalam surat dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, Olly Dondokambey disebutkan menerima USD 1,2 juta.

Namun, Olly selalu mengelak.

Dia juga membantah kalau proyek e-KTP itu pernah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

kokor

Olly juga membela diri dengan bersikeras tidak mengenal Andi Narogong dan pernah bertemu dengan pengusaha rekanan Kemendagri itu.

Disamping dugaan keterlibatannya di kasus e-KTP ini Olly juga siap-siap untuk diperiksa pada kasus P3SON Hambalang.

Olly juga diduga menerima aliran dana dari kasus proyek Pembangunan Pusat Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Kambalang, di kawasan Bogor itu.

Selain Olly, saksi-saksi lainnya di sidang e-KTP Kamis ini antaranya adalah Mahmud (PNS di Ditjen Dukcapil Kemendagri), Henry Manik (PNS Staf Tata Usaha Direktorat Catatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri),Toto Prasetyo (PNS di Ditjen Dukcapil Kemendagri), Djoko Kartiko Krisno (mantan Kasubbag Data dan Informasi Bagian Perencanaan Sesditjen Dukcapil Kemendagri),  Mayus Bangun (Manager Government Public Sector I di PT Astra Graphia), Evi Andi Noor Halim (swasta), E.P Yulianto (perwakilan dari PT Sandipala Arthaputra), dan Mudji Rachmat Kurniawan (dari PT Softob Technology Indonesia).

Baca Juga  Nazaruddin Heran Olly Dondokambey Masih Aman-Aman Saja, Meski Terima Duit Korupsi