SHARE

Dari beberapa partai politik yang disangkakan kecipratan dana dari proyek e-KTP Kemendagri Partai Demokrat yang tampaknya paling panik. Partai yang turut dibangun oleh Soesilo Bambang Yudhoyono ini karenanya terus melakukan berbagai cara untuk mencitrakan kalau mereka bersih.

Sejak sebelum kasus e-KTP mencuat Demokrat sebenarnya sudah babak belur. Beberapa kasus korupsi besar yang melibatkan kader-kader utamanya membuat partai ini limbung. Sejumlah kader Demokrat juga disebut-sebut terlibat pada beberapa kasus korupsi berjamaah yang menghancurkan Bank Century. Dari kasus megakorupsi Hambalang, beberapa politisi utama Demokrat sudah mendekam di penjara.

sbygam

Keterlibatan intens sejumlah petinggi Demokrat dalam kasus proyek e-KTP Kemendagri semakin menjadikan partai ini terpuruk. Kegagalan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI Jakarta 2017 sulit dilepaskan keterkaitannya dengan sudah terpuruknya identitas partai di masyarakat.

Kegagalan Agus pastinya sangat memukul SBY. Sekarang, dari kasus e-KTP, SBY tentunya melihat bahwa kasus ini bisa kian menghancurkan partai yang kini dipimpinnya langsung. Orang-orang yang dulu amat disayang oleh SBY justru yang berperan besar dalam mendukung terpuruknya partai.

Dari Anas Urbaningrum, Mohammad Nazaruddin, Gamawan Fauzi, Taufik Effendi, Jaffar Habsah, Mirwan Amir, adalah orang-orang partai Demokrat yang terlibat dalam kasus e-KTP. Belum lagi Marzuki Alie, yang masih bersikeras tidak menerima aliran dana dari proyek e-KTP dan bahkan belum pernah dimintai keterangannya oleh KPK.

Sulit untuk tidak menerima kenyataan bahwa SBY sendiri sebenarnya sudah sejak awal mengetahui adanya penyimpangan dari proses pengadaan e-KTP ini, dari mulai tahap pembahasan awal di tingkat Kemendagri, pembahasan di legislatif, hingga ke tahapan eksekusi.

Proyek e-KTP terjadi masa pemerintahan SBY, termasuk dengan pemakaian anggaran negara secara multiyears sebagaimana yang diusulkan Gamawan Fauzi. Penggelembungan atau mark-up pengadaan e-KTP disengaja sejak awal agar anggaran tahun 2011-2012 bisa segera disunat.

Baca Juga  Gamawan Fauzi Wajib Diperiksa Lagi
wah
Tiga mantan tokoh penting partai Demokrat yang sudah berstatus terpidana: Nazaruddin, Andi Alipian Mallarangeng dan Anas Urbaningrum

Tokoh-tokoh Demokrat yang bermain di proyek e-KTP kini tak dikehendaki lagi sebagai figur yang masih harus dilekatkan dengan partai. Nama mereka tak boleh  dikaitkan dengan partai. Haram hukumnya mereka disebut sebut sebagai orang Demokrat.

Cermin dari sikap hipokrit Demokrat ini diimplementasikan melalui kehadiran Hinca Panjaitan, sekjennya, pada prose persidangan kasus e-KTP ini di PN Tipikor Jakarta. Dari keterangan Roy Suryo, Waketum partai ini, kehadiran Hinca Panjaitan di setiap persidangan e-KTP antara lain untuk memastikan tak ada yang mendiskreditkan nama partai.

Maunya Roy Suryo, orang-orang yang sudah bukan lagi di partai Demokrat jangan lagi dianggap sebagai orang partai Demokrat. Anas Urbaningrumm atau Andi Nazaruddin, misalnya, sudah jelas bukan orang Demokrat lagi.

Keberadaan Hinca Panjaitan di sidang e-KTP atas perintah resmi partai, mungkin saja atas instruksi SBY langsung. Mungkin juga SBY khawatir kalau namanya tiba-tiba disebut dalam persidangan, bahkan oleh orang-orang yang dulu disayangnya, seperti Anas Urbaningrum atau Nazaruddin