SHARE

BEKASI — Satgas Pangan Mabes Polri menyegel PT Indo Beras Unggul, satu diantara pabrik beras di Jalan Raya Karawang-Bekasi, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyegelan pabrik beras yang disebut-sebut jadi anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, pada Kamis (20/7) malam, dengan pengawalan beberapa puluh polisi bersenjata komplit. Pabrik ini memperoleh untung yg tidak lumrah sampai Rp 400 triliun.

Type usaha PT Indo Beras Unggul tersebut adalah ” paddy to rice “, yaitu mengonversi padi dari petani yang berbentuk gabah kering panen (GKP). Setelah itu, dikeringkan, lantas digiling jadi beras dengan mesin yang modern.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pernah datang ke tempat untuk meninjau segera penggerebekan pabrik beras itu. ” Dalam masalah itu, saya mengapresiasi langkah cepat dari satgas, ” kata Kapolri.

Kurun waktu dua minggu, berdasar pada info dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Perdagangan, satgas segera bergerak cepat lakukan penyelidikan pada distribusi beras di tingkat ” middleman “.

Penyegelan pada PT Indo Beras Unggul itu atas sangkaan masalah yang merugikan customer. Diluar itu, ada tanda-tanda permainan usaha dengan curang dengan membuat product bernama ” Maknyoos ” serta ” Ayam Jago ” dengan memakai beras dari type varietas padi IR64 yang disebut tanaman subsidi pemerintah atau hasilkan beras medium. Setelah itu, di jual dengan harga beras premium.

Bahkan juga, untuk memberikan keyakinan customer, pihak perusahaan itu memalsukan kandungan product beras pada kemasannya. Walau demikian, sesudah di check, nyatanya itu bukanlah beras premium, tetapi beras IR64.

” Umpamanya, pada karbohidrat, ditulis dalam kemasannya seakan itu beras premium. Walau demikian, sesudah kami check cuma beras umum. Modus ini untuk menambah harga jual. Harga aslinya Rp 9. 000, 00 per kg,. Tetapi, dikemas serta dinamakan beras premium hingga harga nya jadi Rp 20 ribu/kg, ” tuturnya.

Baca Juga  Ini Kata Produsen Beras Merek Maknyuss Saat Dituduh Pakai Beras Subsidi

Karena sangkaan masalah itu, orang-orang, negara, serta pemerintah mesti alami kerugian sampai beberapa ratus triliun rupiah. ” Beberapa aktor ‘middleman’ di Indonesia ini dapat memperoleh untung yg tidak lumrah sampai Rp 400 triliun. Pikirkan saja yang diambil alih sekarang ini sejumlah 1. 161 ton, lalu dikali dengan keuntungan mereka yang menjangkau Rp10 ribu, ” tuturnya.

Ia menyebutkan kalau pihaknya juga akan mengecek masalah itu, lalu memastikan tersangka paling utama serta tersangka pembantu. ” Kami memakai Undang-Undang Customer (Undang-Undang Nomor 8 Th. 1999 mengenai Perlindungan Customer, red.) serta Pasal 382 KUHP, ” tuturnya.