SHARE
Hak angket kepada KPK sangat diperlukan untuk memperbaiki kinerja KPK.

Isyarat perubahan sikap terhadap hak angket tak hanya dikemukakan kubu Demokrat.

PPP dan PAN yang semula juga menyatakan menolak angket, kini masih mempertimbangkan apakah akan mengirim perwakilan atau tidak untuk pembentukan Pansus KPK.

Fraksi-fraksi yang tadinya menyatakan menolak angket KPK adalah Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, PAN, dan PPP.

Kini dengan isyarat perubahan sikap Demokrat, PPP dan PAN tersebut, tinggal tiga fraksi yang masih enggan menyetujui hak angkat dan tak akan mengirim wakilnya ke Pansus KPK.

Tiga fraksi tersebut adalah Gerindra, PKB dan PKS.

Gerindra, PKB, dan PKS telah menyatakan tidak akan mengirim perwakilan fraksi ke panitia angket. Ini dilakukan agar hak angket tidak lagi bergulir.

Sumber Nasionalisme.net di PPP menyatakan, Fraksi PPP di DPR masih memantau dinamika yang terjadi soal pembentukan Pansus Angket KPK.

uskara
Amir Uskara, sekretaris F-PPP DPR.

Fraksi PPP tidak akan mengirim perwakilannya jika bisa membuat Pansus jadi tidak mencapai kuorum.

“Sekarang ini kita akan pantau. Kalau misalnya tanpa PPP tetap kuorum, maka PPP akan mendorong orangnya untuk mengawal, jangan sampai ada pelemahan di dalam. Tapi, kalau PPP menjadi penentu kuorum tidaknya, pasti tidak akan mengirim. Jadi, PPP mengantisipasi jangan sampai ada pelemahan KPK di sana,” demikian disampikan sekretaris F-PPP DPR, Amir Uskara.

Fraksi PPP akan mengutus perwakilan ke Pansus jika mencapai kuorum, namun dengan catatan.

“Kita tidak mengutus, karena kita menolak. Saya sudah sampaikan ke teman-teman, kalau misalnya tanpa PPP tetap kuorum, mungkin kita akan mengutus ke sana untuk memback-up kepentingan KPK,” ujar Amir.

“Kita tidak akan mengutus kalau PPP menjadi penentu kuorum tidaknya. Kita akan menahan dan tidak mengirim anggota ke pansus,” terang anggota Komisi XI DPR tersebut.