SHARE
Pembentukan Panitia Kerja (Panja) terkait isu Freeport oleh Komisi III DPR masih menuai pro dan kontra. Anggota Komisi Hukum Parlemen terbelah dalam menyikapi keberadaan Panja ini. Sebagian menyebut, Panja tersebut tidak jelas arah dan realisasinya. Lainnya mengatakan, Panja diperlukan sebagai “pressure” bagi pemerintah agar tidak main-main dengan Freeport.
Rencana pembentukan Panja Freeport digagas semasa Komisi III diketuai oleh Aziz Syamsuddin. Wacana tersebut semakin mendapat dukungan saat dengar pendapat antara Komisi III yang dipimpin Aziz Syamsoeddin dengan Jaksa Agung H.M.Prasetyo dan jajarannya. Namun, Prasetyo saat itu justru meminta agar Komisi III membatalkan rencana pembentukan Panja Freeport.
Pasalnya, dalam pandangan jaksa agung, keberadaan Panja Freeport nantinya justru bisa menjadi pengganggu dari apa yang tengah dikerjakan oleh kejaksaan agung. “Jangan-jangan Panja Freeport bisa mengintervensi apa yang kami lakukan,” begitu antara lain disampaikan Prasetyo dalam raker dengan Komisi III.
Sekarang sudah terjadi pergantian kepemimpinan di Komisi III. Jabatan ketua kini diemban Bambang Soesatyo, yang semua sekretaris Fraksi Golkar di DPR. Posisi Bambang Soesatyo di Fraksi kini ditempati oleh Aziz Syamsuddin. Belakangan diketahui,
jangankan persiapan, sampai saat ini pun belum ada kesepakatan atas usul membentuk Panja Freeport.
Bahkan, menurut keterangan Bambang Soesatyo, belum ada keputusan apakah rencana pembentukan Panja Freeport dilanjutkan atau tidak.
Jadi, ya, wait & see...