SHARE

JAKARTA — Pengamat hukum pidana dari Kampus Trisakti Abdul Fickar Hadjar memiliki pendapat, Pansus Angket KPK sudah kehilangan nalarnya. Itu sesudah pansus angket itu mendatangi serta berdialog dengan napi koruptor di Lapas Sukamiskin Bandung.

” Pansus (Angket KPK) itu telah kehikangan nalar hukum dengan memohon info pada beberapa koruptor yang diserahkan oleh KPK, ” kata Fickar, Ahad (9/7).

Diluar itu, pernyataan anggota Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu, berkaitan ada kejanggalan dalam pengungkapan masalah korupsi yang dikerjakan KPK tidak dapat di terima. Pasalnya, pernyataan itu tidak objektif, mengingat dilandasi atas info dari beberapa koruptor yang sempat jadi anggota DPR.

” Pernyataan itu tidak objektif mengingat dilandasi atas info dari beberapa koruptor anggota DPR, tentu tendensius serta tidak objektif, ” jelas Fickar.

Anggota Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu, terlebih dulu menantang instansi antirasuah itu untuk berlaku adil dalam membuka masalah korupsi tidak ada sebagian ketentuan atau prosedur hukum yang dilanggar. Masinton menyebutkan, dari hasil rapat dengar pendapat, ia menjumpai beberapa kejanggalan-kejanggalan dalam pengungkapan masalah korupsi yang dikerjakan KPK.

” Mereka mengemukakan dalam konteks juicetice criminal sistem. Ada yang diarah-arahkan, ada yang keluarganya dipaksa-paksa, ada yang alat buktinya belum juga komplit. Hal begini belum juga sempat tersaji pada umum sampai kini, ” tutur Masinton.

Baca Juga  Masinton ke KPK "Memang Semua Politisi Bandit?"