SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai semakin arogan dan kerap menyalahgunakan kewenangannya. Tak mengherankan pula kalau lembaga antirasuah ini terus menerus menerima banyak tudingan. Langkah KPK tidak selamanya benar. Keberadaan Pansus KPK diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang mendera KPK, termasuk konflik internal yang sudah kronis di sana.

Atas dasar itu, Partai Gerindra kini berbalik arah mendukung hak angket dan Pansus KPK. Fraksi Partai Gerindra tengah serius menggodok beberapa nama yang akan menjadi representasi mereka di pansus. Padahal, dalam rapat paripurna untuk persetujuan hak angket KPK, Fraksi Gerindra walk-out dari ruang rapat paripurna DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu.

Angin sudah berubah, sikap KPK yang jemawa tampaknya membuat mayoritas partai menyetujui dilakukannya evaluasi terhadap kinerja mereka melalui Pansus KPK.

kapokkpk

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan bahwa persetujuan partainya atas hak angket dan segera dikirimnya wakil mereka di Pansus KPK, adalah sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan Gerindra atas terbentuknya pansus. Sebab, jika tidak ikut dalam pansus, dia menyebut Gerindra tidak memiliki suara untuk ikut mengawasi.

“Karena itu menurut saya kita perlu mengirimkan itu (wakil di pansus). Karena itu dalam wacana kita, kita perlu itu. Supaya kita punya perwakilan dalam pansus,” ujar Fadli Zon.

Fadli mengatakan, GerindrĂ¢ ingin pansus berjalan sesuai dengan koridor dan tidak ada pelemahan terhadap KPK selama proses berlangsung. Di sisi lain, Gerindra kata dia, tidak ingin KPK menyalahgunakan kewenangan.

desik
Desmond Junaidi Mahesa

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebutkan perlu ada evaluasi dalam tubuh KPK untuk mengembalikannya ke jalan yang benar. Dia mengharapkan, dengan dibentuknya pansus maka persoalan di tubuh KPK dapat diselesaikan.

Baca Juga  Pansus Sebut UU Pemilu Lama Bisa Membebankan Penyelenggara Pemilu

Dalam hal ini, dia menyoroti penyebutan nama pendiri PAN Amien Rais dalam sidang tuntutan terdakwa korupsi dugaan pengadaan alat kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Desmond meragukan penyidikan yang dilakukan KPK pada hari ini. Dia mencontohkan kasus dugaan menekan terdakwa korupsi e-KTP, Miryam Haryani yang disebut melibatkan dirinya ternyata justru tidak terbukti.

“Ternyata bukan saya. Menurut saya, apa yang dilakukan KPK hari ini bluffing terhadap orang-orang. Ini kan character assasination,” ujar Desmond, yang sejak awal menjadi salah satu inisiator hak angket KPK.