SHARE

Panitia Spesial Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperoleh support dari unsur orang-orang.

Pada Senin (10/7/2017), Pansus kembali terima support yang di sampaikan lewat komunitas audiensi.

Support itu datang dari alumni serta mahasiswa Kampus Indonesia (UI) Bangkit untuk Keadilan.

” Kami mensupport beberapa usaha Pansus Hak Angket KPK untuk lakukan penyelidikan pada proses satu undang-undang, yang dalam hal semacam ini pada proses UU 30/2002 mengenai KPK, ” tutur Ketua Tubuh Pekerja Alumni serta Mahasiswa UI Bangkit untuk Keadilan, Herry Hernawan, dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Sebagian point di sampaikan oleh Herry. Salah nya ialah masalah KPK yang di rasa tebang tentukan dalam mengatasi masalah.

Diluar itu, operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dipertanyakan sejauh mana efeknya untuk kurangi tingkat korupsi di daerah.

” Operasi tangkap tangan lebih berkesan jadi pencitraan, ” kata Herry.

Disamping itu, Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa berterima kasih atas support itu.

Ia mengharapkan pihaknya juga memperoleh peringatan bila dinilai berlaku tidak adil.

” Beberapa hal yang pantas dikritisi, dikritik keras bila butuh. Tegurlah kami dengan keras. Bila kami lakukan suatu hal yg tidak jujur juga tolong kami diingatkan, ” ucap Agun.

Ia memberikan, pansus buka untuk terima pandangan semua pihak, baik yang pro ataupun kontra pada pansus angket KPK.

Agun mengajak siapa saja yang menginginkan berdialog untuk duduk dengan, sama-sama menghormati dan melakukan sistem dialog berdasar pada rambu hukum serta ketentuan yang berlaku.

” Angket ini diselenggarakan bukanlah untuk seperti telah ada kebutuhan ABCD atau untuk kebutuhan masalah ABCD. Kami menginginkan kembalikan KPK yang selanjutnya tak ada instansi yang seakan tidak bisa dikritik, tidak dapat dipantau, ” tutur Politisi Partai Golkar itu.