SHARE
Muhammad Nazaruddin, menunjuk Anas Urbaningrum terima sogokan e-KTP.

Beberapa figur penting di lingkaran Susilo Bambang Yudhoyono, diketahui telah menerima uang sogok hasil korupsi e-KTP. Salah satunya adalah mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Hal ini seperti ditegaskan oleh Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Partai Demokrat. Anas mendapat jatah uang e-KTP guna bertarung dan akhirnya memenangkan Kongres pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat 2010.

Muhammad Nazaruddin pun menuutkrn pengakuannya tentang korupsi e-KTP, yang melibatkan langsung Partai Demokrat:

“Waktu itu Anas perlu maju jadi Ketum, Andi bantu. Ada komitmen Anas dan Andi Rp 500 miliar,”  “Saat itu Andi baru menyerahkan uang Rp 20 miliar yang kemudian dibagi-bagikan untuk persiapan pemenangan.”

“Uang itu diletakkan di ruangan saya . Kemudian Saya menyerahkannya ke sekretaris saya, Eva Ompita Soraya. Uang itu, antara lain dibagikan ke dewan perwakilan cabang partai masing-masing Rp 15 juta, posko pemenangan di provinsi juga diberi uang saku Rp 12 juta.”

“Setelah itu ada lagi pemberian uang 3 juta dollar AS dari Andi ke Anas. Waktu itu pertemuan saya, Mas Anas, Andi. Anas ada keperluan. Saudara Andi nyanggupin.”

Uang itu kemudian diserahkan Andi kepada Fahmi, orang kepercayaan Anas. Anas sendiri menerima uang sejumlah 500.000 dollar AS dari Andi Narogong melalui Eva.”

Menilik kesaksian Nazaruddin ini, maka jelas, Partai Demokrat telah menerima banyak keuntungan dari proyek e-KTP dan semuanya itu telah merugikan negara. Apalagi pemberian tersebut merupakan kelanjutan dari pemberian yang telah dilakukan pada bulan April 2010 sejumlah 2 juta dollar AS melalui Fahmi. Sebagian uang tersebut digunakan untuk membayar biaya akomodasi kongres Partai Demokrat di Bandung.

Baca Juga  Ini Alasan Fadli Zon Menilai Dakwaan KPK Sangat Gegabah