SHARE

Dinamika politik Partai Golkar memasuki babak baru setelah kubu Aburizal Bakrie menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Mereka mendeklarasikan dukungannya terhadap pemerintah dan disaksikan langsung oleh Wapres Jusuf Kalla.

Wacana dukungan kubu ARB terhadap pemerintah sebetulnya sudah muncul sejak lama. Itu ketika Waketum kubu tersebut, Nurdin Halid, mengumpulkan para Ketua DPD I di Bali, dua pekan sebelum rapimnas.

Wacana itu terus bergulir hingga menuai pro dan kontra. Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar kubu mereka sendiri, Akbar Tandjung, tak menilai positif niatan tersebut.

Namun, ARB bergeming. Ia kemudian bahkan menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Sejak saat itu, kubu ARB makin buka-bukaan menyatakan dukungan terhadap pemerintah.

“Persoalan Golkar sudah selesai, maka barulah kami datang menghadap kepada Bapak Presiden untuk memberikan suatu dukungan dan duduk bersama dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa ini yang sangat sulit seperti sekarang, khususnya yang dikarenakan masalah-masalah yang terjadi di luar negeri,” demikian antara lain dikemukakan ARB seusai bertemu Jokowi, 11 Januari 2016 lalu.

Gayung bersambut, PAN yang sudah lebih dahulu mendukung pemerintah langsung mengapresiasi. Begitu pula pihak pemerintah, diwakili oleh Seskab Pramono Anung, yang mengisyaratkan akan menyambut dengan tangan terbuka bagi siapa pun yang mendukung pemerintah.

Tiba akhirnya pada pelaksanaan Rapimnas Golkar. Sekjen Golkar Idrus Marham menegaskan, dukungan terhadap pemerintah adalah agar politik lebih stabil.

“Di sini kita tidak bicara oposisi atau tidak. Saya katakan bahkan lebih dari itu, untuk kepentingan bangsa, maka kekuatan politik harus bersatu,” jelas Idrus Marham. “Kami temui Pak Prabowo (Ketum Gerindra Prabowo Subianto) dulu, makan siang di Hambalang. Pak Prabowo bilang, bagus,” terang Idrus.

Deklarasi dukungan akhirnya dibacakan pada penutupan Rapimnas yang berlangsung Senin (25/1) malam. Deklarasi itu dibacakan oleh Yorrys Raweyai dan diserahkan oleh Nurdin Halid dan ARB kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, serta disaksikan oleh Wapres JK.

Berikut isi deklarasi tersebut:

Berdasarkan keputusan Rapimnas 23-25 Januari tahun 2016 dan sesuai panggilan doktrin karya, siaga, gatra, praja senantiasa berkarya dalam pembangunan serta atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Partai Golkar mendeklarasikan diri mendukung dan bersama pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, untuk melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Ditandatangani ketua umum Aburizal Bakrie dan sekjen Idrus Marham.
Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkum HAM Yasonna Laoly juga mendampingi Luhut Binsar Pandjaitan saat menerima deklarasi yang ditulis pada media semacam kanvas itu. Hujan tepuk tangan lalu menyambut prosesi tersebut.

“Saya sangat hargai dukungan Partai Golkar kepada pemerintah. Karena tujuan pemerintah dan Golkar satu, memajukan bangsa ini dan adil,” ujar Wapres JK.