SHARE
Dave Laksono, yakin tidak ada Munaslub di Golkar sebelum semua jelas tentang Setya Novanto.

Soliditas Partai Golkar tetap teruji di tengah badai yang menerpa Ketua Umum-nya, Setya Novanto. Meski muncul beberapa usualkn dari kader-kadernya agar Golkar menyikapi penetapan cekal dari KPK atas Setnov, namun partai berlambang pohon beringin itu bergeming untuk mempertahankannya.

Bahkan Partai Golkar tengah menrancang upaya penyelamatan Setnov yang dinilai telah sukses melambungkan Partai Golkar dalam Pilkada tahun 2017. Hal itu membuat kasus e-KTP yang mengusik Setnov dianggap bukan sebuah masalah. Golkar tetap menghormati proses hukum dan peradilan yang tengfah berlangsung.

Pengurus inti Partai Golkar Bahkan tetap kompak. Usulan meunas dari Yorrys Raweyai dan Jusuf Kalla, tak ditanggapi. Mereka mencontohkan kasus yang dialami Setnov dengan kasus yang pernah dihadapi mantan Ketua Umum Golkar, Akbar Tanjung.

Akbar pernah tersandung kasus Penyalahgunaan Dana Nonbujeter Bulog Rp 40 miliar. Namun Golkar tidak melakukan pergantian.

Upaya pembelaan kepada Setnov sudah disampaikan Wakil Sekjen Partai Golkar Dave Laksono. “Masih belum tentu. Karena kita ingat zamannya Pak Akbar saja dia sudah terdakwa. Sampai dia bebas di MA tidak ada pergantian ketum,” kata Dave.

Munaslub untuk mencari ketua umum harus disepakati semua pihak melalui rapat pleno. “Proses organisasi itu tidak diambil dengan keputusan pribadi, itu harus diputuskan secara bersama-sama melalui rapat yang ada, pleno harian dan itu harus disepakati semua pihak,” ucap Dave.

Mayoritas kader Golkar, menurut Dave, sangat berprinisp asas praduga tak bersalah terhadap Novanto. Mereka tetap mengikuti proses hukum dugaan keterlibatan Novanto di dugaan kasus e-KTP. “Proses hukumnya masih berjalan. Jika sudah tuntas maka baru bisa tentukan apa tindakan selanjutnya yang perlu diambil Golkar,” tegasnya.

Idrus Marham, Sekjen Golkar yang tetap menghjormati proses hukum Partai Golkar.
Idrus Marham, Sekjen Golkar yang tetap menghjormati proses hukum Partai Golkar.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga menegaskan hal sama. “Sampai pada hari ini tidak ada pikiran-pikiran dari siapa pun untuk menggelar Munaslub. Dari perkiraan itu,” tutur Idrus.

Baca Juga  Ini Alasan Gamawan Fauzi Otak Korupsi e-KTP

Mereka juga membantah kritik dari Yorrys Raweyai. Bagi Golkar pernyataan Yorrys hanya pendapat pribadi yang tidak ada hubungannya dengan sikap partai. Bahkan Idrus masih tetap yakin, elektabilitas partainya stabil pada posisi 9 persen usai Pilpres 2014. Bahkan mereka menganggap saat ini telah mengalami peningkatan mencapai 15 persen usai beralih mendukung Presiden Joko Widodo.