SHARE

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachlan Nashidik mengkritik Presiden Jokowi yang membawa juga keluarganya dalam lawatan ke Turki serta Jerman. Walau tidak ada ketentuan hukum yang melarang, Rachlan menilainya nilai kepantasan jadi satu hal yang pantas diperhitungkan oleh Jokowi.

” Dalam arti kalau sarana keamanan, protokol keamanan berlaku pada yang berkaitan. Dalam soal spesifik, ini berlaku pada keluarga, pada anak, ” kata Rachlan waktu terlibat perbincangan, Senin (10/7/2017).

Pihak Istana terlebih dulu menyatakan cost perjalanan anggota keluarga itu dijamin sendiri oleh Presiden Jokowi. Berkaitan itu, Rachlan menilainya pernyataan itu adalah satu blunder.

” Memangnya sudah merubah protokol kepresidenan jadi pesawat komersial? dimana orang dapat membayar untuk menumpang di pesawat kepresidenan kan tidak. ” katanya.

” Jadi keterangan dari Istana itu jadi buat blunder, ” sambungnya.

Rachlan juga menceritakan saat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperoleh titel kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II. Saat itu SBY memboyong istri serta ke-2 anaknya, Ibas serta Agus ke Inggris karna memperoleh undangan untuk keluarga.

” Beda dengan masalah Pak SBY, karna keluarganya diundang supaya keluarganya melihat bapaknya diberi titel kebangsawanan oleh Ratu Inggris. Jadi bukanlah buat piknik, ” sebutnya.

Presiden Jokowi terbang ke Turki untuk lakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Dari Turki, Jokowi lalu bertolak ke Hamburg, Jerman untuk ikuti KTT G-20.

Semuanya keluarga presiden turut dalam rombongan. Mereka yaitu anak pertama Gibran Rakabuming Raka, istrinya Selvi Ananda, serta anaknya. Anak ke-2 Jokowi Kahiyang Ayu, serta anak bungsu Kaesang Pangarep juga turut dalam rombongan.

” Presiden menyatakan kalau semua cost perjalanan serta akomodasi anggota keluarga Presiden yang ikut serta dalam perjalanan ke Turki serta Jerman mulai sejak 5 hingga 9 Juli 2017 jadi tanggungan pribadi Presiden, ” kata Kepala Biro Pers Sekretariat Kepresidenan Bey Machmudin dalam info tertulis, Minggu (9/7).