SHARE

Jakarta Paduan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berjumpa dengan Wakil Presiden Juiceuf Kalla pada Jumat (21/7/2017) untuk mengulas masalah pemberlakuan standard emisi Euro4. Dalam peluang itu, beberapa aktor industri memohon penambahan saat.

Di ketahui, pemerintah selekasnya memberlakukan standard emisi Euro4. Hal tersebut tertuang dalam Ketentuan Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan No. P. 20/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/3/2017 mengenai Baku Kualitas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Type Baru Kelompok M, N, serta O.

Kendaraan kelompok M yaitu kendaraan roda 4 untuk mengangkut penumpang. Kelompok N yaitu kendaraan roda 4 atau lebih pengangkut barang, sedang kelompok O yaitu kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel. Hal semacam ini membuat beberapa aktor industri harus merubah kendaraan yang diproduksinya serta sesuai dengan buangan emisi.

” Keinginan kami 24 bln. untuk mobil baru serta 48 bln. untuk mobil yang tengah di produksi. Dari pemerintah ketentuan yang keluar yaitu untuk mobil bensin 18 bln. untuk mobil baru, 18 bln. untuk mobil yang di produksi, sedang mobil diesel 48 bln. baik baru ataupun lama. Kami menyepakati mobil baru bensin 18 serta mobil diesel 48 bln.. Namun mobil yang masih tetap di produksi 18 agak sedikit problem, ” ucap Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Menurutnya, sebagian kendaraan yang masih tetap di produksi, memiliki kandungan banyak komponen lokal. Hingga agak kesusahan bila sesuaikan dengan Euro4.

” Serta barusan dibicarakan oleh Pak Wakil presiden dan di hadiri oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan (Siti Nurbaya) serta dinyatakan untuk penambahan 6 bln. untuk mobil-mobil spesifik, di setujui. Jadi ada dispensasi kelak. Itu bagus, ” kata Yohannes.

Disamping itu, Menteri Siti membetulkan ada dispensasi untuk mobil-mobil spesifik. Kelak dari Direktorat Jenderal juga akan keluarkan surat edaran itu. ” Umpamanya Gran Max, Livina, Datsun Go, Mitsubishi pick up, Suzuki APV serta Carry. Jadi itu yang ini kita kasih dispensasi rentangnya itu 2 th.. Untuk yang beda itu tidak ada masalah, ” terang Siti.

Dia menjelaskan, Indonesia jangan pernah ketinggal untuk memberlakukan Euro4. Pasalnya, ini untuk melindungi lingkungan dengan. ” Euro4 kita tidak bisa ketinggal. Asia cuma tinggal Indonesia, Myanmar serta Kamboja, ” tutup Siti.