PELITA – SERUNI di Puskesmas Gembor, Cara Seru Mahasiswi Dietisien Universitas Esa Unggul Atasi Balita Overweight Lewat Piring Edukasi dan Senam Balita

Avatar photo
WhatsApp Image 2026-06-06 at 23.18.05.jpeg

NASIONALISME.NET, Kota Tangerang – Permasalahan gizi pada balita merupakan hal penting yang memerlukan perhatian secara serius, bukan hanya balita dengan status gizi kurus atau buruk, melainkan status gizi lebih (overweight). Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi dunia kesehatan karena balita yang mengalami overweight memiliki dampak medis jangka panjang meliputi penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular. Sayangnya, paradigma promosi kesehatan di masyarakat saat ini masih sering luput memerhatikan lonjakan kasus status gizi lebih atau overweight pada balita.

Menanggapi isu tersebut, sebuah intervensi kesehatan telah sukses dilaksanakan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Gembor Kota Tangerang pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Melalui kolaborasi strategis, Mahasiswi Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul hadir membawa angin segar dalam mempromosikan gaya hidup sehat guna menekan angka overweight pada balita.

Program ini secara khusus menargetkan Ibu Balita dan Balita berusia 24-59 bulan yang masuk ke dalam kategori overweight melalui pendekatan yang mengombinasikan edukasi tentang pengaturan makanan dan stimulasi aktivitas fisik harian balita guna menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Mahasiswi Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul meluncurkan inovasi media komunikasi visual yang diberi nama PELITA (Piring Edukasi Balita). Kehadiran PELITA menjadi instrumen promosi kesehatan yang efektif untuk mengubah perilaku dan kebiasaan keliru terkait pemberian porsi makanan harian pada balita.

Pengaturan menu di dalam PELITA ini mengacu pada Prinsip Gizi Seimbang yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014. Konsep PELITA menekankan pentingnya keanekaragaman pangan, dimana piring balita harus diisi secara proporsional oleh karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin dan mineral yang bisa didapatkan dari buah dan sayur, serta pembatasan gula, garam dan minyak.

Untuk mengukur keberhasilan program ini, kegiatan diawali dengan sesi tes awal (pre-test) sebelum edukasi dan diakhiri dengan tes akhir (post-test) setelah edukasi. Langkah evaluasi ini terbukti memberikan hasil yang sangat positif. Jika sebelum diberikan edukasi pemahaman Ibu balita mengenai gizi seimbang pada balita overweight masih tergolong kurang, maka setelah edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap yang jauh lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media piring balita memberikan pengaruh nyata dalam meningkatkan kesiapan para ibu untuk menjaga berat badan ideal anak mereka. Pendekatan promosi kesehatan berbasis visualisasi seperti PELITA ini terbukti sangat efektif. Berdasarkan studi terbaru yang dimuat dalam Journal of Nutrition Education and Behaviour (2024), strategi promosi kesehatan yang menggunakan alat peraga jauh lebih sukses memicu perubahan perilaku yang berkelanjutan pada orang tua.

Selain edukasi gizi seimbang dengan menggunakan piring, pencegahan balita overweight wajib disertai dengan aktivitas fisik yang teratur. Berdasarkan panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), balita usia 24-59 bulan direkomendasikan aktif bergerak minimal 180 menit per hari. Namun sangat disayangkan, paparan gawai (screen time) berlebih kerap memicu perilaku kurang bergerak (sedentary life).

Guna memutus rantai tersebut, mahasiswi Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul membuat sebuah program bernama SERUNI (Senam Rutin Tiap Hari). Melalui poster dan video interaktif serta praktik langsung yang dipandu oleh para Mahasiswi, orang tua diajak memahami pentingnya aktivitas fisik serta manfaatnya untuk balita. Langkah terpadu ini diperkuat oleh riset dalam International Journal of Obesity (2025) yang menegaskan bahwa kombinasi aktivitas fisik terstruktur dan manajemen diet seimbang sangat signifikan dalam mengontrol balita overweight.

“Perancangan media PELITA dan SERUNI menitikberatkan pada aspek kemudahan aplikasi ditingkat keluarga agar pesan promosi kesehatan dapat langsung diadopsi oleh Ibu balita,” ujar Ratna Dwi Ismianti, S.Gz selaku perwakilan mahasiswi.

Melalui PELITA yang visualisasinya konkret dan SERUNI yang gerakannya mudah ditiru, para mahasiswi ingin membuktikan bahwa mempromosikan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif pada balita gizi lebih itu bisa dilakukan secara menyenangkan tanpa membuat anak merasa tertekan dan tanpa membuat orang tua merasa terbebani.

Kehadiran media piring edukasi dan praktik senam bersama ini dinilai berhasil menyederhanakan informasi gizi yang rumit menjadi aktivitas yang seru, mudah dipahami dan mengikis persepsi keliru masyarakat yang menganggap kondisi overweight pada balita sebagai hal biasa.

Selain itu, penggunaan media edukasi lain seperti kipas gizi balita, buku saku pemantauan makan hingga infografis digital juga dapat dipakai sebagai promosi kesehatan khususnya dibidang gizi. Gabungan media cetak dan digital ini memastikan bahwa pendampingan gizi tidak berhenti di Puskesmas dan Posyandu saja, melainkan terus berlanjut di dapur setiap keluarga.

Melalui pendampingan yang humanis, para ibu kini menjadi subjek yang lebih berdaya, siap mengontrol asupan gizi dan menjaga keaktifan fisik anak demi mencetak generasi masa depan Indonesia yang sehat, bugar serta tumbuh dengan berat badan ideal.

Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Praktik Aktivitas Fisik pada Anak dan Remaja untuk Mencegah Obesitas. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2020.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.
  3. Pratiwi R, Santoso A. Efektivitas Penggunaan Alat Peraga Visual Piring Edukasi terhadap Kepatuhan Ibu dalam Pembatasan Gula, Garam dan Lemak pada Balita Gizi Lebih. Jurnal Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat. 2024;15(1):32-42.
  4. Rahmawati D, Purnamasari I. Pengaruh Edukasi Media Audio-Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan Overweight pada Anak Usia Prasekolah. Jurnal Keperawatan Anak. 2025;13(2):115-123.
  5. Suryani L, Siregar H. Hubungan antara Screen Time dan Sedentary Behaviour dengan Risiko Obesitas pada Balita Usia 2-5 Tahun. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2024;11(3):202-210.
  6. Utami S, dkk. Penerapan Senam Motorik Kasar sebagai Upaya Stimulasi Aktivitas Fisik Harian Balita Overweight di Puskesmas Urban. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2025;20(1):45-54.
Firman Setiawan

Penulis: Ratna Dwi Ismianti, S.Gz

Mahasiswi Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net