SHARE

, JAKARTA — Jumlah utang pemerintah yang selalu bertambah dalam 2, 5 th. paling akhir dinilai tetap dalam keadaan aman. Tetapi, pemerintah disuruh waspada untuk kembali menaikkan utang terlebih dari luar negeri.

Keseluruhan utang pemerintah Indonesia saat ini menjangkau Rp 3. 672 triliun. Hal semacam ini karna sepanjang 2, 5 th. pemerintahan Presiden Joko Widodo, utang jadi bertambah sampai Rp 1. 067 triliun.

Meskipun demikian, Ekonom SKHA Institute for global Competitiveness Eric Sugandi menilainya keadaan itu masih tetap aman. ” Tetap dalam rasio aman bila di banding dengan GDP (Gross Domestic Product)/PDB nominal, ” katanya waktu dihubungi Republika. co. id, Ahad (9/7).

Ia mengatakan, per akhir kuartal pertama 2017, rasio Utang Luar Negeri (ULN) pada PDB ada di tempat 34, 1 %. Sedang rasio ULN periode pendek pada cadangan devisa (cadev) masih tetap dibawah 50 %. Cuma saja, Eric mengimbau, pemerintah mesti tetaplah waspada dalam menaikkan ULN. ” Janganlah sangat cepat bertambahnya. Terlebih bila utang ini berjangka saat pendek, ” katanya.

Ia memberikan, spesial untuk surat utang negara (SBN) yang bisa diperjualbelikan, jumlah kepemilikan asing sebesar 38 % dari keseluruhan harus juga di perhatikan. ” Hal tersebut karna beberapa dari investasi asing di portofolio mungkin keluar saat ada goncangam eksternal atau domestik hingga dapat tekan rupiah, ” kata Eric.

Terlebih dulu, Bank Indonesia (BI) menginformasikan tempat cadangan devisa (cadev) Indonesia alami penurunan dari 124, 95 miliar dolar AS pada Mei th. ini jadi 123, 09 miliar dolar AS per akhir Juni 2017. Menurut BI, tempat cadev itu masih tetap kuat untuk membiayai 8, 5 hingga 8, 9 bln. import dan membayar utang luar negeri pemerintah.