SHARE

KUPANG — Pemerintah Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sediakan biaya Rp 3, 7 miliar untuk membiayai program pertolongan pendidikan untuk beberapa siswa lulusan SMA/SMK sederajat dari keluarga miskin untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. ” Biaya itu telah teralokasi serta juga akan digunakan untuk kebutuhan pendidikan ke tahap sarjana untuk beberapa tamatan SMA/SMK sederajat, ” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean di Kupang, Selasa (11/7).

Dia menyebutkan, alokasi biaya Rp 3, 7 miliar itu untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi untuk 1. 500 orang siswa tamatan SMA/SMK sederajat dari keluarga miskin serta tidak dapat lokasi ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur ini. Program itu, disebut terkecuali melakukan perbaikan serta tingkatkan sumber daya manusia beberapa siswa tamatan sekolah menengah atas, namun juga untuk memberi akses untuk anak keluarga tidak dapat dapat meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Hal semacam ini pasti juga akan begitu memberi satu langkah maju untuk anak dari keluarga tidak dapat daerah itu. Supaya mereka dapat terpacu serta selalu berjuang meraih waktu depannya, untuk membuat satu kehidupan yang tambah baik.

Kebijakan Pemerintah Kota Kupang itu juga akan diberi selama hidup pendidikan beberapa penerima program pertolongan pendidikan di perguruan tinggi sepanjang empat tahun. ” Jadi juga akan ada cost pertolongan sejumlah Rp 2, 5 juta untuk 1. 500 anak itu sepanjang kurun saat pendidikan empat tahun kuliah, ” tuturnya.

Dengan DPRD Kota Kupang, kata bekas Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, program ini disetujui supaya memberi ruangan untuk peluang teraksesnya anak miskin memperoleh pendidikan sarjana untuk waktu depannya. ” Juga akan ada harga diri dari orangtua serta keluarga kalau anaknya dapat sarjana walau kehidupan ekonominya pas-pasan, ” kata Jonas.

Baca Juga  Ketersediaan Vaksin Meningitis Sesuai Kuota Calhaj

Dia menyebutkan, pemerintah bercita-cita satu saat semuanya keluarga miskin di lokasi ibu kota Propinsi NTT itu mempunyai anak berstatus pendidikan sarjana. Pasti juga akan ada kebanggan sendiri untuk orangtua serta keluarnya.

Walau berstatus ibu kota propinsi, Jonas menyebutkan, masyarakat miskin Kota Kupang masih tetap begitu banyak. Ada terdaftar sejumlah 14. 242 kepala keluarga yang masuk dalam kelompok keluarga tidak dapat. Jumlah itu ada di batasan 15 % dari jumlah keseluruhnya masyarakat di Kota Kupang sejumlah 528. 121 jiwa.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang berusaha lakukan semua bentuk kebijakan untuk menolong warga miskin supaya dapat selalu sekolah sampai sarjana. ” Ini telah jadi keharusan pemerintah membantu warganya yang masih tetap ada dalam keadaan tidak mujur, ” tuturnya.

Intervensi program kebijakan yang lain, Jonas menyebutkan, juga dikerjakan cuma untuk membantu serta memberi kepastian pemenuhan keperluan warga di dalam kehidupan yang semakin lebih buruk itu. ” Memanglah perlu saat namun mesti selalu kita kerjakan untuk kebutuhan kesejahteraan ekonomi warga miskin daerah ini, ” kata Jonas.