SHARE

BANDUNG — Kepala Sisi Publikasi Sekretariat Jawa Barat Ade Sukalsah memberi klarifikasi berkaitan ramainya berita yang mengedar dengan viral didunia maya tentang rombongan siswa Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jawa Barat yang bertransportasi seadanya serta terlantar di Riau. Ade menyatakan kalau berita yang mengedar tidak cocok dengan kondisi yang sesungguhnya.

“Kabar yang mengedar sangatlah melenceng dengan yang sesungguhnya berlangsung. OSN tahap SD, SMP serta SMA Alhamdulillah memperoleh perhatian dari Pemprov Jawa barat dari pertama hingga kepulangan. Dari persiapan sampai beres kompetisi, ” kata Ade seperti dalam rilisnya, Senin (10/7) malam.

Ade mengungkap, jumlah peserta OSN yang di kirim ke Pekanbaru itu terbagi dalam SD 10 orang, SMP 26 Orang, serta SMA 60 Orang. Sebelumnya pemberangkatan, tuturnya, semuanya peserta OSN memperoleh pembekalan sepanjang dua hari dari Dinas Pendidikan serta PGRI berada di Isola Resort UPI Bandung.

Ade menyebutkan walau SD serta SMP dengan administrasi telah jadi kewenangan serta tanggungjawab Pemerintah Kab/Kota dan SMA/SMK jadi kewenangan serta tanggungjawab Pemerintah Propinsi mulai sejak 1 Januari 2017, Pemprov Jawa barat berkelanjutan memberi support lewat cara memberi pertolongan dana hibah lewat PGRI Propinsi Jawa barat. Dana hibah ini ditujukan untuk memfasilitasi penyelenggaraan OSN tingkat Propinsi tahap SD, SMP, serta SMA.

” Semuanya peserta diberi uang saku sebesar Rp 100 ribu /hari (besaran sesuai sama standard berbelanja) dipotong pajak 10 %. Hingga sepanjang dua hari pembekalan tiap-tiap peserta dibayar Rp 190 ribu sesudah pajak, ” tuturnya.

Sedang momen naik angkot beberapa peserta OSN tahap SD serta SMP sesudah acara pembekalan ke Pekanbaru dari Isola Resort UPI ke Bandara Husein Sastranegara, dibenarkan Ade. “Itu berlangsung karna miskoordinasi antar panitia yang mengatakan kalau fasilitasi transportasi untuk peserta SD serta SMP jadi tanggungjawab Pemerintah kota/kabupaten, ” tuturnya.

Mengenai sepanjang di Pekanbaru, menurut Ade, semua peserta OSN Jawa barat itu diantarjemput memakai kendaraan spesial yang telah disiapkan. Selanjutnya tutur Ade, peserta yang pergi ke Pekanbaru oleh Pemerintah semua di beri tabungan sebesar Rp 2, 5 juta.

Bahkan juga, untuk peraih medali Emas memperoleh uang pembinaan Rp 7 juta, perak Rp 6 juta serta peraih perunggu Rp 4, 5 juta plus uang saku sebesar 125 ribu sepanjang 6 hari dipotong pajak. “Selain itu, juara ke-satu tingkat propinsi semuanya peserta memperoleh uang pembinaan dari Gubernur Jawa barat yaitu juara 1 SD serta SMP Rp 3 juta serta juara 1 SMA Rp 2, 5 juta, ” tuturnya.

Karenanya ia mengharapkan netizen yang telah menebarkan berita tidak benar dengan kata lain hoax supaya selekasnya meluruskan postingannya. “Kami mengharapkan berita yg tidak benar supaya dapat diluruskan, ” tutupnya.