SHARE
Danmil Anzar Simanjuntak, sebuat ada upaya dari KPK lakukan pembusukan terhadap Amien Rais.

Tuduhan jaksa KPK bahwa Amien Rais telah menerima uang suap sebesar Rp600 juta dalam beberapa kali transfer, pekan lalu di Pengadilan Tipikor, Jakarta, menuai banyak kritik.

Salah satunya dari Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia sangat  menyesalkan adanya upaya menuduh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais terlibat korupsi.

Dahnil mengatakan, upaya menuduh Amien ini muncul merujuk pada tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa di pengadilan Tipikor pada Rabu (31/5/2017) lalu. Jaksa menyebut dana korupsi alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengalir ke rekening Amien sebanyak 6 kali, dengan total Rp 600 juta.

Jaksa tak mengkualifikasikan peran Amien Rais sebagai aktor pelaku pidana, hanya sebatas menerima aliran dana.

“Pak Amien Rais sudah mengakui benar dapat dana sebatas donasi atau bantuan. Dana yang diberikan hanya berupa bantuan sukarela tanpa motif jahat,” kata Dahnil.

Amien juga mengakui menerima dana itu dari Soetrisno Bachir, yang dekat dan kerap membantu Amien. Dahnil menilai wajar apabila Amien tak mempertanyakan asal usul dana tersebut.

“Ada politisasi dan pembusukan seolah Pak Amien Rais melakukan korupsi, bahkan berusaha dikait-kaitkan dengan organisasi yang pernah dipimpin beliau yakni Muhammadiyah,” ucap Dahnil.

Menurut Dahnil, pembusukan ini dilakukan oleh para pembenci yang merasa terancam dengan sikap-sikap kritis Amien Rais selama ini. Danil menghimbau agar upaya pembusukan ini dihentikan, karena Amien Rais tidak melakukan tindak pidana korupsi apalagi ada kaitannya dengan Muhammadiyah.

“Betapa tidak pantas penghakiman dialamatkan kepadanya dan stop upaya fitnah seolah Pak Amien Rais melakukan praktik korupsi,” ucap Dahnil.

Baca Juga  KPK tak Perlu Khawatirkan Hak Angket DPR, Pengungkapan Kasus BLBI Harus Dilanjutkan