SHARE

JAKARTA — Rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Ignatius Jonan mengulas mengenai subsidi listrik berjalan panas. Anggota Komisi VII Eni Maulani Saragih mempertanyakan implementasi aplikasi subsidi listrik untuk orang-orang kecil pemakai 900 VA oleh pemerintah serta PLN sebagai operator.

” Pak Jonan keterangan pemerintah sampai kini masalah subsidi begitu bagus, namun yang perlu itu implementasi dari kebijakan subsidi apakah telah pas tujuan atau belum juga, ” kata Eni menginterupsi pengucapan Menteri ESDM dalam rapat kerja, Senin (10/7).

Eni menekan pemerintah serta PLN mengevaluasi pencabutan subsidi tarif listrik untuk grup rumah tangga pemakai 900 VA. Dari 23 juta penerima subsidi, saat ini tinggal 4, 1 juta rakyat miskin kelompok 900 VA yang memiliki hak terima subsidi. Eni yakini banyak orang-orang yang memiliki hak, namun tidak memperoleh subsidi di lapangan.

Eni menilainya, aplikasi subsidi listrik di lapangan punya masalah. Menurut dia, banyak orang-orang miskin yang membayar listrik dengan harga normal. Legislator dari dapil Gresik serta Lamongan ini mengakui banyak memperoleh yang dirasakan orang-orang masalah tarif listrik belakangan ini.

Politisi Golkar ini mengemukakan, Menteri ESDM tambah baik menerangkan dengan komprehensif bila ada pencabutan subsidi pada rakyat dengan segera. ” Karena kenaikan itu kehidupan orang-orang miskin makin prihatin. Jadi saya minta Menteri Jonan memerhatikan serius problem ini, ” kata Eni.

Ketua DPP Partai Golkar ini mengingatkan, peruntukan dana subsidi listrik untuk rakyat miskin dari negara, tidak bisa disalahartikan oleh PLN jadi operator lapangan. Ia memohon Menteri ESDM jadi representasi pemerintah tidak bisa terlepas tangan.

Baca Juga  Eks Komisioner KPU: Masukan DPR Tak Harus Diikuti, Terkait Soal Putusan MK