SHARE

Pekan lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK_ berhasil meringkus tiga orang di Bengkulu dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Mereka adalah seorang pejabat Kejaksaan Tinggi Bengkulu, satu pejabat Balai Wilayah Sungai Sumatera dan seorang pengusaha.

Parlin Purba diringkus saat menghadiri acara perpisahan dengan Kajati Bengkulu yang lama di sebuah resto di Objek Wisata Kota Bengkulu. Ketiga pelaku diamankan di Mapolda Bengkulu lalu dibawa terbang ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

“Benar ada 3 orang. Jaksa, kontraktor dan pegawai BWSS VII. Soal berapa jumlah uang, itu wewenang dan wilayahnya KPK, silakan tanya langsung saja,” kata Direskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Herman.

KPK juga sempat memeriksa dan menyegel beberapa ruangan di Kejati Bengkulu, dan ruangan di BWSS VII Bengkulu. KPK mengamankan barang bukti berupa uang dan satu unit mobil Pajero milik pejabat BWSS.

jaksa2

KPK mengamankan satu keresek uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 serta satu unit mobil Pajero milik pejabat di BWSS yang ikut ditangkap. Total tim KPK menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 10 juta. Diduga, sebelumnya Parlin telah menerima uang sebesar Rp 150 juta.

Namun apa yang dilakukan oleh KPK ini hanya dianggap sebagai pencitraan. Beberapa jaksa membuat tulisan yang mulai viral di medsos tentang kinerja KPK dengan modal dana operasional yang besar dibandingkan mereka namun hanya melakukan operasi tangkap tangan recehan.

Sindiran ini tentunya sebuah tamparan bagi KPK karena kinerja mereka yang dibiayai dengan dana besar hanya menyasar pihak tertentu. Bahkan apa yang dilakukan oleh KPK lebih banyak bersifat pencitraan belaka.

Baca Juga  Inilah 5 Hal yang Mendasari Adanya Hak Angket KPK dari Komisi III DPR