SHARE

Pertemuan antara Setya Novanto, Muhammad Riza Chalid dengan Maroef Syamsudin di Pacific Place, 8 Juni 2015, hanyalah pertemuan biasa. Ibaratnya tiga orang saling kenal yang bertemu di tempat netral. Hal ini menjelaskan jika posisi Setya Novanto, tidak seperti yang dituduhkan oleh pihak Kejaksaan Agung.

Pendapat hukum atau legal opinion dari DR Chairul Huda, SH, MH, Ahli Hukum Pidana/Hukum Acara Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyimpulkan jika pertemuan itu adalah hal wajar.  Tidak melanggar hukum.

Secara garis besar DR Chairul Huda, SH, MH, Ahli Hukum Pidana/Hukum Acara Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta menyoroti tentang dugaan tindak pidana permufakatan jahat dalam tindak pidana korupsi, terkait rekaman pembicaraan ilegal dari Maroef, Riza dan Setya, kala itu.

Secara khusus paparan DR Chairul Huda  menyingkap, bahwa lokasi pertemuan dan niat baik dari Setya Novanto membayari makanan dan minuman dari pertemuan tersebut, tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari permufakatan jahat.

“Selain mengacu pada dokumen-dokumen yang menjadi acuan Pendapat Hukum (Legal Opinion) ini, sekalipun insiatif pertemuan atau pertemuan-pertemuan antara Maroef Syamsoeddin, Muhammad Riza Chalid dan Setya Novanto berasal dari Maroef Syamsoeddin, tetapi tentang tempat pertemuan dan biaya makan-minum yang dibayarkan oleh Setya Novanto menunjukkan adanya “itikad baik” yang bersangkutan untuk menghindari timbulnya perbuatan melawan hukum dalam pertemuan tersebut,” kata Chairul Huda.

Tudingan kepada Setya Novanto sebagai penyelenggara negara menerima gratifikasi dari PT Freeport atau Maroef Syamsoeddin, tidak dapat dibuktikan.

Sebaliknya, perbuatan Setya Novanto menentukan lokasi pertemuan dan membayarkan makanan-minuman saat pertemuan terjadi, sama sekali tidak dapat dikategorikan sebagai percobaan permufakatan jahat.

“Hal itu juga dimaksudkan agar pertemuan berlangsung di tempat netral dan menghindari kemungkinan terjadinya perbuatan melawan hukum, termasuk tetapi tidak terbatas adanya pemberian gratifikasi terhadap Setya Novanto,” kata Chairul Huda.