SHARE

Jakarta Dibalik tiap-tiap keberhasilan, tiap-tiap orang tentu mempunyai narasi yang tidak sama. Sangat mustahil bila seorang berhasil tanpa ada mempunyai narasi jatuh bangun terlebih dulu, sama seperti dengan Andri Rizki Putra.

Lelaki yang umum disapa dengan Andri ini lahir di Medan, 20 Oktober 1991. Di usianya yang masih tetap termasuk muda, ia berhasil membangun satu yayasan bernama Pemimpin Anak Bangsa.

Waktu melakukan Ujian Nasional SMP, berlangsung kecurangan di sekolahnya dimana gurunya mengedarkan kunci jawaban. Andri terasa kalau hal itu begitu tidak adil untuk mereka yang belajar, pada akhirnya Andri membulatkan tekad untuk melapor tetapi banyak pihak yang menghalang-halanginya.

Saat SMA, Andri di terima di satu diantara SMA favorit. Tetapi Andri mengambil keputusan untuk putus sekolah karna ia terasa nanti saat Ujian Nasional juga akan tetaplah berlangsung kecurangan.

“Aku berupaya memberikan keyakinan orang tuaku kalau putus sekolah akan tidak mengakibatkan kerusakan hari esok. Saya belajar giat serta menggambil ujian paket C. Thank God saya berhasil menaklukkan kompetitorku serta masuk ke Kampus Indonesia jurusan Hukum, ” kata Andri di acara Inspirato Selasa, 18 Juli 2017.

Andri berhasil merampungkan studi S1 nya sepanjang 3, 5 th.. Narasi hidupnya lah yang melatar belakanginya untuk membangun Yayasan Pemimpin Anak Bangsa. Yayasan ini berbasiskan swadaya orang-orang diperuntukkan untuk mereka yang putus sekolah atau tidak dapat supaya bisa belajar serta meneruskan pendidikan mereka dengan gratis.

“Di yayasan ini yang saya mencari bukanlah orang pandai, namun orang jujur. Bila ketahuan mencontek, segera drop out, ” lanjutnya.