SHARE

BANDARLAMPUNG — Beberapa warga menyebutkan supportnya atas aksi Pemerintah Kota Bandarlampung yang menertibkan alat peraga kampanye akan Calon Gubernur serta Wakil Gubernur Lampung. ” Harusnya tim berhasil ketahui itu. Gunakan media resmi yang sudah disiapkan tempatnya serta memberi peran untuk pendapatan daerah, ” kata Dedi A, warga Jayapura, Wayhalim, Bandarlampung, Selasa (11/7).

Ia menginginkan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung bukan sekedar turunkan alat peraga kampanye (APK) yang berada di jalan protokol. Namun juga tempat yang lain karna pemasangan alat itu sampai ke jalan alternatif yang ada pohonnya. ” Kami juga jadi kurang simpatik pada hal tersebut, hingga bila benar kelak akan calon itu lolos jadi lolos, saya akan tidak memilihnya, ” kata dia.

Warga yang lain, Abdul Halim menyebutkan bukan sekedar APK yang mengakibatkan kerusakan pohon serta keindahan kota. Namun ada pula iklan dari sebagian perusahaan atau penjual layanan yang dipasangkan di pohon-pohon.

Disamping itu, walau bagian penentuan gubernur serta wagub Lampung belumlah ada, tetapi beberapa gambar atau photo akan calon atau yang dicalonkan oleh kelompoknya telah bertebaran nyaris di semua pelosok daerah itu. Mereka yang telah terang-terangan menginginkan maju pada penentuan gubernur Lampung yaitu Bupati Lampung Tengah Mustafa, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Junaidi (bekas Sekprov Lampung), bekas Ketua DPD Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga diperkirakan akan maju sekali lagi. Karna terkecuali petahana ia juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Lampung hingga mempunyai ” kendaraan ” sendiri walau mesti berkoalisi.

Terlebih dulu, Pemerintah Kota Bandarlampung menertibkan poster serta banner dan baliho akan calon gubernur yang melekat di pohon serta beberapa tempat beda karna mengakibatkan kerusakan keindakan kota. ” Kami menertibkan baliho serta poster cagub yang terpasang di pohon, ” kata Kepala Tubuh Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung Cik Raden di Bandarlampung, Senin (10/7).

Sekitaran 90 % yang dicopot, kata dia, adalah perkataan selamat Idul Fitri 1438 Hijriah dari akan cagub. ” Sebelumnya mencopot poster itu, pol PP sudah memberi imbauan pada pihak yang menempatkan spanduk, banner, serta poster untuk mencopotnya, ” tuturnya.

Penertiban itu merujuk pada Perda Nomor 8 Th. 2000 mengenai Pembinaan Umum Ketertiban, Keamanan, Kebersihan, Kesehatan, serta Keapikan dalam lokasi Kota Bandarlampung.

Disamping itu, Wali Kota Bandarlampung Herman H. N. menyebutkan kalau penertiban itu mempunyai tujuan melindungi ketertiban serta kebersihan kota. ” Pemasangan banner ini tidak memerhatikan estetika serta perizinan jadikan Kota Bandarlampung tidak enak dilihat, ” tuturnya.