SHARE

Jakarta – Sidang praperadilan yang diserahkan Hary Tanoesoedibjo dilanjutkan hari ini dengan agenda pembuktian. Pengacara Hary Tanoe mengakui mempersiapkan 100 dokumen untuk pembuktian di persidangan.

” Hari ini agendanya masih tetap pembuktian beberapa pihak. Kami telah siap, ada dokumen sekitaran 100-an dokumen yang kita sediakan, ” kata pengacara Hary Tanoe, Munatsir Mustaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Munatsir menyatakan pihaknya cuma mendatangkan bukti tertulis berbentuk dokumen. Sedang saksi pakar untuk menguatkan dalil permintaan praperadilan juga akan didatangkan pihak pengacara Hary Tanoe besok, Rabu (12/7).

” Saksi pakar peluang besok, ” kata Munatsir.

Hary Tanoe lewat kuasa hukumnya memajukan permintaan praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya. Dia memohon majelis hakim terima permintaannya karna penyidikan yang dikerjakan Polri disangka menyalahi ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Munatsir mengatakan sistem penyidikan perkara masalah SMS ancaman menyalah Pasal 109 KUHAP. Dalam pasal itu, menurut Munatsir, dijelaskan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) mesti di kirim pada terlapor serta pelapor dalam kurun saat 7 hari. Tetapi sebenarnya, sambung Munatsir, SPDP baru di kirim 47 hari lalu.

” Seperti kita kenali, penyidikan itu pada tanggal 4 Mei 2016, lalu SPDP itu baru dikerjakan pada pemohon sekitaran tanggal 20 Juni 2017, jadi ada selang saat 47 hari, ” kata Munatsir dalam sidang praperadilan, Senin (10/7).

Hary Tanoe jadi tersangka karna SMS yang di kirim ke jaksa Yulianto didugakan memiliki kandungan unsur ancaman. Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 mengenai ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 mengenai Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4 th..