SHARE

PALEMBANG – Pernikahan nenek Rohaya (81) serta Selamat (16) di OKU, kelihatannya juga akan disusul oleh nenek JW dengan kata lain Harni (61).

Sebab, ia bukan sekedar sebatas seringkali terkait tubuh dengan AR (13), namun juga berhasrat ingin menikah dengan korban, bila siswa yang masih tetap duduk di sekolah basic ini ingin.

“Ya, saya ingin dinikahi dengan korban. Saya sayang sama dia. Bila dia ingin nikah, saya siap, ” katanya dengan nada lantang di ruangan PPA Polresta Palembang, Kamis (20/7/2017).

Dia mengaku rasa cinta pada Ar bersemi karena korban sering datang ke tempat tinggalnya, serta telah dipandang seperti anak sendiri. Sesudah makin lama muncul benih cinta serta keinginan untuk lakukan jalinan seksual.

“Jadi kami itu sukai sama sukai. Dia ini tidak ingin pulang ke tempat tinggal bila tidak saya gerami. Karna saya anggap anak sendiri, ” papar dia.

Tidak cuma itu, karna dipandang telah seperti anak sendiri AR juga seringkali memohon suatu hal padanya, bahkan juga membelikan handphone yang didapatnya dari meminjam uang di koperasi.

“Dia ini seringkali minta belikan Ponsel, saya hingga minjam uang Rp 2, 8 juta di koperasi. Bila tidak dibelikan HP, dia tidak ingin pulang, ” terang dia.

Polisi dari Unit PPA yang terima laporan keluarga korban AR, segera bergerak serta menangkap nenek JW. Dengan kenakan, daster panjang nenek yang umum keseharian bekerja jadi pemulung ini diinterogasi dengan intensif oleh pihak keamanan.

Di hadapan petugas nenek JW mengakui laporan dari keluarga AR tentang tindakan pencabulan yang dikerjakan benar ada. Bahkan juga, tindakan yang dikerjakan telah mulai sejak sebagian bln. paling akhir atau sekitaran 8-10 kali lakukan jalinan intim dengan bocah ABG itu.

Menurut pengakuannya, sebelumnya lakukan jalinan dengan AR, ia memanglah telah punya kebiasaan lakukan hal itu pada sesama type.

“Dia itu telah saya anggap seperti anak sendiri tidur dirumah berhari-hari. Benar saya kerjakan itu (jalinan intim, red) telah delapan kali mulai sejak sebagian Bln. paling akhir, ” tuturnya.

Sukai Meluk dari Belakang

Jalinan tubuh pada Nenek JW dengan kata lain Harni (61), bermula dari perilaku korban yang sering memeluknya dari belakang.

Selesai mendekap tersangka dari belakang, lalu korban menggesekan barangnya hingga membuat nenek itu terangsang.

“Dia itu gesek-gesek selalu. Jadi siapa yg tidak nafsu.

Lantas terjadi jalinan tubuh pada kami berdua, ” tuturnya waktu diamankan di Polresta Palembang, Kamis (20/7).

Setiap saat lakukan jalinan intim dengan AR, suaminya Dimin (80) senantiasa ada ada dirumah.

Tetapi kelakukan bejat yang dikerjakan itu, sering tidak ketahuan karna terkait di dapur. Sedang sang suami di ruang beda.

“Setiap jalinan, suami saya ada. Namun kami di belakang kerjakannya. Telah digesek-gesek saya terangsang. “Saya mainkan dahulu barangnya, ” tuturnya.