SHARE

JAKARTA — Pengamat sepak bola, Yusuf Kurniawan menilainya telah waktunya pertandingan lapangan hijau dalam negeri ikut menggunakan layanan wasit asing. Ia memiliki pendapat selama pergelaran Liga 1 sampai minggu ke-13, ketentuan sang pengadil banyak diwarnai pro-kontra.

Terbaru, kubu Persib Bandung lakukan memprotes ke PSSI karena terasa dirugikan waktu bertemu Madura United. Dua gol Maung Bandung dibatalkan karna ada pemain Persib yang dinilai dalam tempat offside. Bacalah juga, Djadjang : Biarlah Pemirsa yang Menilainya Kemampuan Wasit Kusni.

Menurut Yusuf, partai Persib versi Madura yaitu kulminasi dari kepemimpinan wasit yang ia nilai jelek selama gelaran Liga 1 jalan. ” Saya sangka ini telah kronis, telah terang-terangan, saya tidak tahu ada wasit yang bermain, atau ada orang yang memainkan wasit. Ini kan tayangan segera, kebanyakan orang nonton. Itu begitu kentara sekali seperti telah di set up memenangi tim spesifik, ” katanya waktu dihubungi Republika, pada Selasa (11/7).

Yusuf menyatakan, sesuai sama moto PSSI yang membidik pertandingan lebih bersih serta bermartabat, hal itu telah jauh panggang dari api. Walau sebenarnya, lanjut dia, banyak sponsor telah mensupport. Apresiasi orang-orang juga tidaklah perlu dipertanyakan sekali lagi untuk majunya sepakbola tanah air.

” Namun kredibilitas kepemimpinan wasit masih tetap begini. Mereka ini beberapa orang lama. Bila lakukan kekeliruan, mereka diistirahatkan sebagian minggu, mimpin sekali lagi. Itu tidak membantu, karna mereka istilahnya telah imun, ” katanya.

Begitu menurutnya telah waktunya PSSI mempekerjakan wasit asing untuk sebagian partai besar sebagai percontohan. Ia mengaku, bila dari bagian kwalitas belum juga pasti orang luar tambah baik dari wasit lokal. Tetapi, ada penekanan mentalitas.

” Bila wasit asing tidak tahu kebutuhan siapa, club ini miliki siapa, ini partai apa, jadi mimpin saja. Ini darurat wasit, bila seperti begini hancur liga ini. Anda saksikan di video, beberapa pro-kontra wasit liga 1. Tuan-rumah ada yang tidak sempat seri, tidak sempat kalah, menang selalu. Namun bila dia away, terlihat tuch. Menurut saya ini cukup memperihatinkan, ” papar Yusuf mengutamakan.

Baca Juga  Di Liga 1 Wasit Asing Harus Lisensi FIFA dari Asia dan Eropa

Sampai minggu ke-13 Liga 1, PSM Makassar masih tetap bertenger di puncak klassemen sesaat. Tim bimbingan Robert Rene Alberts itu mengantongi 26 angka, unggul sebiji angka dari Madura United di posisi ke-2.