SHARE

JAKARTA — Pengamat hukum pidana dari Kampus Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilainya, Pansus Hak Angket KPK telah kehilangan ingatan serta kesadaran kalau mereka yaitu wakil rakyat. Mengakibatkan, walau rakyat menginginkan angket pada KPK dibatalkan, namun tidak digubris.

” Pansus angket telah hilang ingatan serta kesadaran kalau mereka yaitu wakil rakyat. Walau rakyat menginginkan angket KPK ditiadakan, sekalipun tidak jadi perhatian pansus, ” kata Fickar waktu dihubungi Republika. co. id, Rabu (12/7).

Pansus Angket KPK juga menurut dia lebih mewakilu kebutuhannya jadi politikus. Hingga, orientasinya senantiasa pada kekuasaan untuk menjatuhkan KPK. Itu tidak beda karna mereka berasumsi KPK jadi ancaman.

” Pansus (Hak Angket KPK) lebih mewakiki dianya jadi politikus. Hingga orientasinya senantiasa pada kekuasaan, dalam hal semacam ini kekuasaan untuk menjatuhkan KPK. Karna KPK diletakkan jadi ancaman, ” katanya.

Tidak cuma itu, menurut Fickar, Pansus Angket KPK juga sudah tidak berhasil konsentrasi serta tidak mempunyai nalar hukum. Terutama, sesudah dalam lakukan tugasnya, mereka memohon pendapat dari beberapa narapidana yang tidak beda yaitu koruptor.

” Semua aksi Pansus juga menghadap pada usaha pelemahan KPK, bermuatan politis, bahkan juga berkesan jadi usaha balas dendam pada KPK yang sudah mengusut perkara E KTP, ” lebih Fickar.

Baca Juga  Inilah 5 Besar Kasus yang Ditangani Novel Naswedan