SHARE

Wakil Ketua Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK) Askari Razak menyebutkan, penganiayaan yang dihadapi Hermansyah termasuk juga dalam kelompok penganiayaan berat.

Kelompok penganiayaan itu, lanjut Askari masuk dalam penganiayaan yang harus memperoleh perhatian serius dari LPSK.

Hal tersebut yang membuat LPSK tawarkan diri untuk memberi perlindungan pada Hermansyah dan istri pakar IT asal Institut Tehnologi Bandung (ITB) itu.

” Kami kategorikan penganiayaan berat serta telah masuk kewenangan LPSK. Dari tujuh tindak pidana yang jadi mandat LPSK, ini satu diantaranya. Jadi kami ada disini, ” tutur Askari selesai menjenguk Hermansyah di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Askari menyebutkan, bila pihak keluarga menyetujui, LPSK juga akan memberi perlindungan dan rehabilitasi medis serta sosiologis.

Mengenai Askari menyebutkan akan tidak mencampuri masalah penyelidikan pengungkapan aktor penyerangan Hermansyah yang dikerjakan polisi. Tetapi, pihaknya memohon supaya polisi mengatasi masalah itu dengan profesional.

” Arah kami tidak kesana. Tanggung jawab kami memberi perlindungan fisik hukum pada korban serta saksi disini. Ada dua person sebenarnya yang paling penting, Herman jadi korban istrinya sebagi saksi, ” tutur Askari.