SHARE

MEDAN — Volume pemakai gas PT (Persero) Perusahaan Gas Negara di Sumut telah kembali normal menjangkau 12, 5 MMBTU per day pascapenurunan harga gas terhitung Februari 2017 jadi sebesar 9, 95 dolar AS.

” Terlebih dulu waktu harga gas 12, 22 dolar AS per MMBTU serta disusul efek krisis global, pemakai gas pernah turun sampai sekitaran 7, 8 MMBTU per day, ” tutur Sales Ruang Head PGN Medan, Saeful Hadi, di Medan, Senin (17/7).

Menurutnya, penurunan harga gas industri di Sumut sesuai sama ketentuan Kementerian ESDM (Daya Sumber Daya Mineral. Penurunan harga itu berlaku surut mulai 1 Februari 2017. Saeful mengatakan, jumlah pelanggan industri di Sumut sejumlah 45 perusahaan.

” Semoga industri di Sumut makin berkembang dengan penurunan harga gas, ” tuturnya.

Saeful menerangkan, sesuai sama ketetapan, bila pemakaian gas diatas jumlah kontrak terlebih dulu, jadi harga gas ke industri yang berkaitan tak akan sejumlah 9, 95 dolar AS, namun 10, 28 dolar AS per MMBTU per day. Tetapi sampai Juli, keinginan gas industri masih tetap sesuai sama kontrak atau mungkin dengan keseluruhan 12, 5 MMBTU per day.

Terlebih dulu Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja di Jakarta, menyebutkan, harga gas untuk di Sumut dapat di turunkan dengan merubah pemakaian gas alam cair (LNG) jadi gas pipa.

Penurunan harga gas untuk lokasi Sumut sebagai satu diantara support supaya perusahaan industri lebih dapat berkompetisi.