SHARE

JAKARTA — Direktur Instansi Pengkajian Pangan, Obat-obatan, serta Kosmetik (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim menyebutkan, sampai sekarang ini pengusaga yang paling banyak lakukan sistem sertifikasi halal pada produknya yaitu entrepreneur yang beroperasi di sektor minuman dan makanan.

” Yang paling banyak masih tetap food and beverage (FMB). Jadi entrepreneur minuman dan makanan masih tetap menguasai. Walau yang beda saat ini telah maju juga, seperti obat juga telah mulai masuk, ” tutur Lukman pada, Selasa (11/7).

Lukman menjelaskan, semangat entrepreneur untuk sertifikasi beragam produknya sekarang ini telah cukup tinggi, termasuk entrepreneur kecil yang menggerakkan Usaha Mikro, Kecil serta Menengah (UMKM). ” Bila itu diliat dari peningtakannya, semangat entrepreneur cukup tinggi untuk mensertifikasi, ” ucapnya.

Tetapi, menurutnya, untuk entrepreneur yang menggerakkan UMKM masih tetap ada yang memerlukan pertolongan cost sertifikasi. Karenanya, cost sertifikasi product entrepreneur UMKM l beberapa ada yang dijamin oleh LPPOM MUI.

” Ada pula yang beberapa dibantu oleh pemerintah. Jadi, tetaplah jalan juga hingga saat ini, ” kata Lukman.

Lukman mengharapkan beberapa entrepreneur yang belum juga mensertifikasi produknya untuk menyiapkan mulai sejak sekarang ini, hingga yang akan datang product yang mereka jual tidak menimbulkan kegaduhan di dalam orang-orang. Terlebih, kata dia, sertifikasi product ini berbentuk mandatory dengan kata lain harus dikerjakan.

” Kelak kan sifatnya jadi mandetory, jadi harus. Bila telah harus kelak kan semuanya mesti tersersertifikasi pruduknya. Jadi diinginkan semua kelak telah pada siap, ” terang Lukman.

Baca Juga  Satu Mobil Terlibat Kecelakaan di Tol Halim Dan Polisi Temukan Narkoba