SHARE

YOGYAKARTA — Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) periode 2014-2017, Dwikoritas Karnawati, ikut menghadiri pernyataan sikap civitas UGM pada Pansus Angket KPK. Ia menilainya, penolakan pada pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah panggilan hati nurani.

” Pergerakan ini betul-betul panggilan nurani, walaupun awalannya dari individu dosen-dosen, jadi kesadaran dengan, ” kata Dwi, Senin (10/7).

Walau sebenarnya, lanjut Dwi, ia mempunyai latar belakang biologi, yang pastinya tidak bergesekan segera dengan hukum terlebih politik. Namun, ia mengutamakan langkah ini telah jadi pergerakan yang ikuti panggilan nurani, serta yakin dapat menggalang semakin banyak sekali lagi support dari internal akademika.

Dwi juga yakin tanda tangan yang tengah dihimpun dosen-dosen UGM, dapat menjangkau tujuan yakni paling tidak seribu tanta tangan. Terutama, selama ini tanda tangan support yang telah berhasil dihimpun dari civitas akademika UGM sudah menjangkau 400-an orang.

” Sebab kami miliki hati nurani, nurani itu sama, kami perduli atas beberapa usaha yang meneror pemberantasan korupsi yang sekalian memegang teguh integritas UGM, ” tutur Dwi.

Ia memberikan, Pergerakan Anti Korupsi yang selalu didengungkan UGM selalu meliputi beragam elemen, termasuk juga rektorat. Menurut Dwi, pergerakan itu adalah bentuk perlawanan pada pelemahan jadi beberapa usaha penegakan serta pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga  Universitas Gadjah Mada Tolak Pemerintah Dorong Angka Kelahiran